My 2018 Best Moment : Antara Jogja dan Solo yang Penuh Kenangan

www.travelingku.net
Best Moment yang kami miliki di tahun 2018 masih sama dengan tahun 2017, yakni liburan bersama pasangan. Harap maklum, kami masih dalam kategori pengantin baru, jadi ya, ngalor, ngidul, ngetan, ngulon, enak kalau berdua sama pasangan. Di tahun 2018 ini ceritanya memperingati anniversary ke 1 usia pernikahan. Alhamdulillah, umur pernikahan kami sudah menginjak satu tahun. Mohon doanya juga ya, semoga kami cepat diberi buah hati, dan usia pernikahan kami langgeng, pokoknya kata orang itu sehidup sesurga. Meskipun menuju surga, kami belum punya sangu apa-apa (khsusunya gue).

Okay, balik lagi ke topik tengan best moment di tahun 2018. Rencananya kami mau memperingati hari pernikahan itu tepat di bulan Juli di mana kami menikah, tetapi, amit-amit banget dah, bulan Juli 2018, tanggal merahnya cuma hari Minggu. Lah kan kami sama-sama orang yang sok sibuk di kantor (catet, ini lagi pamer) yang mana mau libur itu harus menyusun jadwal dan agendanya secara rapi (sibuknya udah mirip menteri saja). Sehingga bulan Juli kami skip untuk tidak liburan, ditambah lagi jadwal kondangan itu padat merayap. Liburan untuk honeymoon part ke sekian kalinya kami tunda di bulan Agustus 2018.

www.travelingku.net
Dari abis lebaran memang ya, jadwal kondangan itu luar biasa. Eh, btw, bulumataku yang cetar membahana anti badai, anti tsunami itu kelihatan, enggak? :D

Pas banget tanggal 17 Agustus 2018, merupakan hari kemerdekaan kita, tentu tanggal merah, kami libur. Tidak perlu pikir panjang kita mau liburan ke mana, langsung booking hotel via online. Pagi pukul 09.00 WIB kami berangkat dari sebuah desa kecil di Kabupaten Purbalingga. Kami berboncengan mengendarai sepeda motor (kan gokil ke Jogja naik motor berdua). Pagi itu juga kami tidak langsung ke arah Jogja, melainkan kami harus mampir ke Bobotsari dulu untuk kondangan, terus kami menuju arah Purbalingga kota untuk kondangan (lagi). Okay dah, jam 11 siang pun kami masih di daerah Kalimanah, Purbalingga. Istirahat sejenak sambil ngefull-in bensin.

Selanjutnya kami meluncur dengan kecepatan tinggi. Pukul 11.30 kami pun sudah sampai di daerah Tambak, Banyumas. Kami melipir ke masjid, untuk istirahat dan suami Salat Jumat. Jam satu siang kami kembali bergegas melewati perjalanan yang cukup ramai. Perjalanan kami melewati jalur kota, karena kami punya tujuan, yakni mampir ke Purworejo untuk menikmati Dawet Ireng di timur Jembatan Butuh. Namun pas ke situ, sudah habis, duh, kecewa. Langsung kami meluncur lagi. Berhubung haus dan lapar, kami berhenti di salah satu warung dawet ireng yang masih tersedia. Meski rasanya enggak seenak yang di timur Jembatan Butuh, setidaknya cukup melepas dahaga juga.

www.travelingku.net
Salah satu menu wajib ketika kami singgah di Purworejo. Yang paling enak itu yang di Timur Jembatan Butuh


Dari Purworejo kami menuju arah Bantul, Yogyakarta, ini biar lebih mudah ke hotel yang kami pesan, di daerah Jalan Parangtritis. Selain itu juga biar tidak macet. Alhamdulillah, pukul 15.30 kami sampai di Jogja dan langsung check in hotel untuk istirahat. Goleran di kasur empuk, ada TV LCD Flat, ada camilan, kamar mandi dalam, bisa mandi air hangat, sudah begitu di samping pasangan halal. Kan jadi males ke mana-mana. Hihihihi. Enggak tahu kenapa sudah sampai Jogja malah malas jalan-jalan, yang ada menikmati kamar.
www.travelingku.net
Suasana malam di Alun-alun Kidul Jogjakarta


www.travelingku.net
Suasana malam Alun - Alun Kidul Jogyakarta. Duh, fotonya enggak jelas, abis bukan pakai HP Huawei Nova 3i sih

Sekitar jam delapan malam, saya mulai kelaparan. Di tas saya sih ada makanan, yakni mie cup instan oleh-oleh kondangan. Tapi masa ya makan mie lagi mie lagi. Jadi kami keluar deh, itung-itung menikmati Jogja di malam hari. Kami menyusuri jalan malam di Jogja, muter-muter naik sepeda motor, kan romantis. Terus berhenti di Alun-Alun Kidul yang padat merayap, jalannya super macet. Masuk ke sini sebenarnya pengen sama kayak orang-orang, mata ditutup pakai kain terus melewati dua pohon beringin. Tapi kata suami, "Buat apa sih, enggak penting," hiks, menyebalkan. Dan berhubung kami lapar, akhirnya kami menepi ke para penjual makanan. Ramai semua, padahal perut udah berdiskoan harus segera diisi.


www.travelingku.net
Nasi goreng kambing, asli rasanya mantap, gurih dan nikmat

Setelah memilah dan memilih, kami mampir di warung lesehan sebelah timur Alun - Alun Kidul. Saya memesan nasi goreng kambing, dan suami pesan nasi dengan puyuh bakar. Untuk minum, cukuplah air mineral saja (hemat :D). Menunggu makanan di sini harus punya stock sabar yang sangat panjang, karena yang mengantri luar biasa. Pas giliran makanan datang, kami cekrek-cekrek pakai HP dong. Setelah itu baru dinikmati. Rasanya memang enak. Nasi gorengnya pas, daging kambingnya empuk dan enggak bau embek. Sedangkan puyuh bakarnya bumbunya meresap dengan sempurna.

www.travelingku.net
Kalau ini Nasi dan Puyuh Bakar pesenan suami. Daging burung puyuh ternyata empuk juga

Malam masih belum larut, tapi kami kembali lagi ke hotel untuk istirahat, karena esok kami akan melanjutkan perjalanan lainnya.

Sabtu pagi, jam delapan, kami sedikit cek-cok tentang tujuan destinasi mana saja yang harus kita kunjungi. Setelah debat yang menghasilkan ketawa cekikikan, kami memutuskan untuk mengunjungi Tifosi Fustal, yang mana teman-teman suami lagi pada tanding di situ. Kan absurd banget, mau liburan malah nonton fustal dulu. Untungya di situ cuma beberapa menit, terus kami lanjutkan perjalanan. Sambil ngobrol kami menentukan tujuan wisata ke Candi Prambanan. Eh, sudah di daerah Prambanan, suami tiba-tiba bilang, "Kita ke Solo aja ya, Prambanan kan sudah sering," yo wislah lanjut ke Solo. Di tengah perjalanan kami kelaparan karena memang cuma sarapan sedikit dari yang sudah disiapin di hotel. Dan menu andalan kami di jalan tentu nasi padang. Kami makan dengan lahap dan cepet-cepet. Selesai makan cabut ke Solo.

www.travelingku.net
Sampai juga di Alun-alun Lor Solo

Sampai Solo itu di tengah hari. Cuaca panas dan macet. Terlebih di sini banyak event di jalanan seperti pawai budaya. Muter-muter akhirnya sampai di Alun - Alun Solo, cuma ngadem di bawah pohon beringin dan beli air mineral. Selepas itu, lanjut ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Tiba di daerah keraton, ada tukang becak menghampiri kami, menawarkan keliling keraton naik becak dengan tarif Rp 50.000 per becak. Tanpa pikir panjang kami mengiyakan.

www.travelingku.net
Denah Lokasi Keraton dalam bentuk miniatur. Sekali lagi ini enggak pakai Huawei Nova 3i jadi hasilnya burem, hiksss

www.travelingku.net
Suasana di dalam Keraton Solo

Rute pertama kami ke keraton, foto sana sini, peninggalan-peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram. Banyak sekali benda-benda yang menarik di sini, dan pengunjung dilarang menyentuhnya. Ya, karena benda-benda yang ada di dalam keraton itu kan sudah tua dan berumur ratusan tahun, takutnya kalau disentuh, malah makin lapuk dan rusak.


www.travelingku.net
Entah lagi gaya model apa. Sebenarnya pengen foto yang ala-ala gitu

www.travelingku.net
Sudah tahu, kan, ini namanya Lesung
www.travelingku.net
Roda kereta sama dirikuh masih tinggian roda keretanya

Puas di keraton, kami melanjutkan perjalanan dengan becak. Mengililingi keraton yang katanya luasnya sampai 52 hektar. Terus kami juga diantar ke kampung Batik, Kauman, Solo. Harganya murah meriah, beli baju batik cuma seharga Rp 35.000. Tapi sayang, kami enggak bisa foto-foto di sini. Karena HP saya lowbat, HP suami eror. Ya maklum juga lah ya, karena bukan pakai HP Huawei Nova 3i. Dan terakhir kami menikmati es cendol di halaman keraton. Selepas itu kami kembali ke Jogja. Untuk istirahat.

www.travelingku.net
Cakep banget
www.travelingku.net
Miniatur masjid
www.travelingku.net
Unik banget, suka ngelihatnya


Moment-moment
tersebut merupakan moment paling indah di hidup kami. Banyak canda, tawa, dan tentunya debat yang menjadi bumbu, namun kami bisa bahagia. Dan sebenarnya juga, My 2018 Best Moment kami juga bukan cuma itu, karena dari Solo, kami lanjut ke Tebing Breksi untuk menikmati sunset. Tapi, sayang, enggak terabadikan. Lagi-lagi, HP sudah tidak kuat. HP saya sampai lowbat, sedangkan HP suami panas karena on terus. Nge-lag gitu. Kan sebel jadinya.

Menuju kembali ke hotel kami juga ada drama, turun dari Tebing Breksi, kami harus mencari pom bensin terlebih dahulu karena bensin habis. Kami melewati jalan kecil untuk menuju pom bensin. Alhamdulillah masih sampai ke pom, tidak jadi nuntun sepeda motor. Coba bayangkan kalau motor sampai mogok, duh parah bener. Sampai di hotel sekitar jam sembilan, langsung istirahat, persiapan untuk esok harinya meski cuma ke Malioboro.


www.travelingku.net
iatnya sih kami ingin menikmati Sunday Morning di Malioboro, tapi apa daya, jam 10 baru nongol di 0 KM Yogyakarta. Hehehe

Kalau begini saya jadi pengen punya HP baru. Menyoal HP atau smartphone, di tahun 2018 memimpikan punya smartphone yang jelas designnya keren, kameranya sudah diperkuat dengan teknologi AI, storagenya juga harus besar, setidaknya 128 GB,  biar bisa menampung semua momen berharga bersama suami untuk dikenang. Terus kalau lagi buat ngegame juga enggak perlu takut HP cepet panas atau blank. Dengan spesifikasi yang seperti itu, saya jadi ingin punya HP Huawei Nova 3i yang sangat keren. Selain itu, ada beberapa hal kenapa saya suka dengan smartphone tersebut, seperti hal-hal berikut ini :

Pertama, Huawei Nova 3i memiliki design yang keren
www.travelingku.net

Design HP ini memang luar biasa, apalagi ada dua varian yakni warna hitam dan iris purple. Dengan layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080). Meskipun layarnya tergolong gede, tapi tenang aja, masih muat di saku kok. Terus yang bikin saya ngebet banget buat punya Nova 3i ini, bodynya slim, warnanya okay. Pokoknya elegan banget dah.

Kedua, Kamera sudah dilengkapi dengan teknologi AI
Siapa sih yang enggak pengin hasil jepretannya kece, terus bokeh pula? Saya salah satunya. Ingin begitu, pengin banget hasil fotonya itu bagus dan bisa bokeh, meski cuma pakai kamera HP. Nah, Huawei Nova 3i ini, kameranya juga dilengkapi dengan teknologi AI, jadi hasil foto bakalan bagus banget. Hasilnya jernih, cling gitu.

Dengan HP ini, kita bisa mengabadikan momen terbaik kapan saja dan di mana saja. Karena dilengkapi dengan kamera belakang 16 MP + 2, sedangkan kamera depan 24 MP + 2. Ayok makin eksis dengan Huawei Nova 3i.

Ketiga, Dilengkapi dengan RAM 4 GB dan Storage 128
www.travelingku.net

Ini sangat menarik, pasalnya HP mid-end masa kini belum ada yang kapasitas penyimpanannya sebesar ini. Saya jadi berandai-andai gitu, kalau saya punya HP Huawei Nova 3i, pasti saya punya koleksi foto dan video yang bagus-bagus dengan jumlah yang banyak. Saya tidak perlu memindahkan foto atau pun video ke notebook.

Keempat, Diperkuat GPU Turbo untuk support gamming
www.travelingku.net

Yes, HP ini memang benar-benar komplit, selain sudah menggunakan OS Android 8 (Oreo), ternyata diperkuat dengan Graphic Processing Unit (GPU) Turbo yang sangat support untuk gamming yaitu GPU Mali-G51 MP4. Sehingga mampu menampilkan gambar atau video dengan resolusi tinggi. Selain itu, kalau pas lagi nge-game, kita tidak perlu khawatir bakalan nge-lag atau ngadat. Yang jelas lancar jaya terus gamming dengan HP.

Kelima, Dibekali Sensor Sidik Jari
www.travelingku.net

Ini saya sangat suka, kalau HP ketinggalan, orang lain tidak bisa membuka karena hanya bisa dibuka dengan sidik jari kita. Sehingga privasi kita terjaga meskipun HP kita sedang dipegang oleh orang lain. Canggih banget, kan? Saya jadi semakin ingin memiliki Huawei Nova 3i. Smartphone tercanggih dengan technologi mid-end masa kini.

Okay, itu merupakan lima alasan mengapa saya ingin memiliki Huawei Nova 3i untuk mengabadikan setiap momen penting dalam hidup kami. Karena kalau menggunakan kamera HP itu, praktis simple dan enggak perlu ribet. Di mana dan kapan saja, bisa bebas foto-foto sesuka hati, apalagi kalau lagi sama pasangan. Bisa tiap menit untuk foto-foto.

Demikian cerita tentang My 2018 Best Moment : Antara Jogja dan Solo yang Penuh Kenangan. Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo. Terima kasih.

Belajar Sejarah dari Monumen Tempat Lahir Jenderal Sudirman

www.travelingku.net
Jenderal Sudirman, salah satu sosok pahlawan yang sering kita dengar. Pergerakannya sangat terkenal dengan Perang Gerilya. Iya, pada masa penjajahan, Jenderal Sudirman merupakan pemimpin perang yang disegani dan ditakuti oleh lawan. Namun, tahukah teman-teman dari mana Jenderal Sudirman dilahirkan?

Saya sebagai warga Kabupaten Purbalingga tentunya patut berbangga diri, karena pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini salah satunya Jenderal Sudirman yang lahir di Kabupaten Purbalingga. Tepatya di Desa Bantar Barang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji dan Ibunya bernama Sijem. Selain itu, Jend. Sudirman kecil memiliki ayah angkat yang bernama Raden Tjokrosunardjo; yang merupakan seorang Asisten Wedana Rembang, Kabupaten Purbalingga. Sehingga dari nama ayah angkatnya tersebut, nama ‘Sudirman’ mendapatkan gelar ‘Raden’, sehingga namanya menjadi Raden Sudirman.


Dan di Desa Bantarbarang sana, tempat kelahiran Jend. Sudirman sampai saat ini masih ada. Bahkan dijadikan sebagai monumen, dan terkenal dengan sebutan Monumen Tempat Lahir (MTL) Jenderal Sudirman. Di sana banyak beberapa peninggalan-peninggalan saat Raden Sudirman masih bayi. Rumah tersebut sering dikunjungi baik orang yang ingin berwisata atau hanya ingin belajar sejarah untuk menelisik Sang Pahlawan. Seperti halnya saya beberapa waktu lalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke monumen tersebut.

www.travelingku.net
Quotes dari Jend. Sudirman

www.travelingku.net
Peresmian MTL Jend. Sudirman

Perjalanan kami memang cukup melelahkan karena untuk menuju lokasi Desa Bantarbarang cukup sulit. Sebagian jalan sedang diperbaiki dan medan merupakan jalan yang berliku-liku, naik turun bahkan ada jalan yang rawan longsor. Namun setelah sampai di desa tersebut, berubah total, jalannya halus dan lebar. Terlebih di kawasan monumennya. Sangat bagus. Waktu itu saya dan suami datang sudah cukup siang, panas juga rasanya. Tapi tetap semangat untuk mengunjungi tempat di mana jenderal besar dilahirkan. Tiket masuknya juga sangat murah, kalau tidak salah Rp 5.000 untuk dua orang. Kan murah pisan.

www.travelingku.net
Pesan Moral dari Jend. Sudirman

Dari pertama masuk saya langsung terkesima. Pelataran yang luas dengan benteng di tengahnya yang terdapat relief sejarah singkat dari Jenderal Sudirman. Di situ terlihat pahatan-pahatan tentang sejarah singkat Jend. Sudirman dari masa ke masa. Kemudian saya berjalan ke arah timur, mendapati Patung Pramuka, yakni sebuah patung di mana saat Jend. Sudirman masih remaja dan menjadi seorang Pramuka. Patung tersebut diresmikan oleh Presiden Suharto pada tanggal 23 Juni 1990. Selanjutnya kami masuk ke sebuah ruangan yang menjadi museum.

www.travelingku.net
Patung Pramuka Jend. Sudirman
www.travelingku.net
Riwayat Hidup Singkat Jend. Sudirman

Kami sangat takjub masuk ke ruangan ini. Luar biasa, di sini banyak hal-hal yang penting, seperti adanya sejarah singkat tentang Riwayat Hidup Jenderal Sudirman. Replika Tandu Jenderal Sudirman, Jas Jenderal Sudirman, Kereta Kencana, dan figura-figura lainnya termasuk peta Perang Gerilya. Selain itu ada pesan moral dan amanat dari Jenderal Sudirman yang terpasang di dinding pada bangunan ini. Luar biasa memang, amanat yang diberikan untuk kita semua sangatlah bermakna dan memang harus kita laksanakan. Betapa besarnya penderitaan, kita tidak boleh menyerah, karena semakin dekat cita-cita untuk tercapai, maka semakin besar pula penderitaan yang harus kita alami. Kira-kira begitu intinya. Bahwa kita sebagai manusia, jangan mudah menyerah, kita harus siap untuk menghadapi segala ujian hidup untuk mewujudkan cita-cita. Dan kita juga tidak boleh lemah, kita harus semangat.


www.travelingku.net
Replika kerta kencana Jend. Sudirman

www.travelingku.net
Replika tandu untuk membawa Jend. Sudirman ketika sakit

Setelah mencoba memahami seksama dari isi bangunan ini, kami menuju bangunan yang ada di sebelah baratnya. Yaitu rumah di mana Jend. Sudirman dilahirkan. Di tempat ini kami lebih terpesona lagi. Selain ada sejarah singkat tentang perjalanan Jend. Sudirman dalam membela tanah air, ternyata di tempat ini masih ada benda-benda zaman dulu. Di sini masih ada ranjang di mana Jend. Sudirman dilahirkan, masih ada tempat tidur bayi, ayunan bayi dan meja bundar kecil.


www.travelingku.net
Masih ada tempat tidur ketika Jend. Sudirman masih bayi



Rumah ini memang sudah diperbaiki dari sebelumnya atau bisa dikatakan rumah duplikat. Terlihat jelas dari lantainya sudah berkeramik. Tujuannya memang agar pengunjung betah dan nyaman. Namun untuk benda-benda yang ada merupakan benda yang sama pada sejak Jend. Sudirman dilahirkan. Di rumah ini sungguh sangat nyaman. Udaranya sejuk alias adem, padahal di luar rumah itu cuaca sangat terik dan menyengat. Kami pun betah di sini sambil melihat-lihat apa saja yang terdapat di sini.

www.travelingku.net
Di samping MTL Jend. Sudirman terdapat Masjid Jami

Puas melihat-melihat seluruh isi rumah, kami pun beranjak ke luar. Ada tempat duduk di bawah pohon beringin yang rindang. Ini cukup menyenangkan bagi pengunjung, walau terik matahari sedang panasnya, tapi tetap saja masih ada da yang rindang. Selain itu, di sebelah baratnya ada sebuah masjid dan sebelah utaranya ada perpustakaan. Kami sebenarnya ingin ke perpustakaan kali saja ada buku sejarah yang membuat saya makin mengerti tentang sejarah negeri ini. Tapi sayang, tutup, karena kami ke sini hari minggu. Jadi tidak ada petugasnya.


www.travelingku.net
Tahapan pembangunan MTL Jend. Sudirman

Oh ya teman-teman, satu lagi nih sampai lupa, kalau MTL Jend. Sudirman ini mulai didirikan atau peletakan batu pertama pada tanggal 06 Februari 1976, dan diresmikan pada tanggal 21 Maret 1997 oleh Jenderal Soerono. Dan berharapa MTL Jend. Sudirman ini bisa bermanfaat untuk generasi saat ini maupun generasi penerus.

Menikmati Lezatnya Nasi Padang di Rumah Makan Sako Bundo

www.travelingku.net
Rumah Makan Sako Bundo Masakan Padang
Nasi Padang, siapa sih yang tidak mengenal masakan khas dari Sumatera Barat itu? Selain rasanya yang super lezat, porsinya juga jumbo, jadi sering diburu untuk mengenyangkan perut. Seperti halnya saya saat siang yang cukup panas di tengah kota Purwokerto, Jawa Tengah. Lelah, lapar dan dahaga membaur menyelimuti badan ini. Sampai-sampai aroma sedap dari sebuah warung makan menggelitik di hidungku. Langsung saja saya bilang ke Pak Suami untuk segera menghentikan laju sepeda motornya.

“Mas, stop, stop,” pintaku.
“Ada apa?” tanya Suami.
“Aku lapar, ayo makan,” dan aku pun merengek bak anak kecil
“Makan apa? Kenapa minta berhenti di sini? Memang mau makan apa?” tanyanya lagi.
“Aku mencium aroma masakan yang sangat nikmat, pasti di sekitar sini ada nasi padang,” jawabku sambil senyum-senyum dan mengedipkan alis.


www.travelingku.net
Nasi padang telur dadar pilihan suami

Sambil mencari sumber nasi padang itu, kami melanjutkan perjalanan lagi dengan sepeda motor. Tak berapa lama kemudian, memang ada rumah makan khas padang itu. Kami kebablas beberapa meter, sehingga kami putar balik lagi. Setelah Pak Suami memarkirkan sepeda motor, kami langsung masuk ke warung tersebut. Tak perlu lama-lama, kami langsung memesan menunya. Saya memesan nasi padang dengan lauk ayam semur, sedangkan Pak Suami memesan nasi padang dengan lauk telur dadar yang selalu jadi favoritnya. Untuk minumnya kami berdua cukup dengan air mineral yang sudah tersaji di meja.


www.travelingku.net
Nasi padang ayam semur/gulai pilihan saya

Kemudian kami memilih tempat duduk yang kosong untuk menikmatinya. Tak berapa lama kemudian, menu yang dipesan pun datang juga. Saatnya makan dah.. Saya mencicipi perlahan, mencoba menikmati setiap rempah-rempah yang ada di dalam hidangan ini. Dan ya, memang benar, aroma yang saya hirup ketika di jalan, sesuai dengan apa yang sedang ada di hadapan kami saat ini. Masakan padang ini sangat luar biasa. Bumbunya sangat meresap dan kerasa akan cita rasa khas Minang. Saya dan Suami pun makin lahap untuk menikmatinya. Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan nasi padang ini.

www.travelingku.net
Daftar menu RM Sako Bundo

Sambil menunggu nasi turun semua ke perut, kami bersantai dulu. Mengobrol ngalor ngidul berdua dan menghabiskan sisa-sisa air minum yang ada di gelas. Setelah dirasa cukup untuk istirahat, kami beranjak ke kasir untuk membayarnya. Harganya juga cukup murah, karena semuanya hanya dibandrol Rp 22.000. “Murah juga nih,” batinku.

Warung nasi padang ini juga sangat strategis karena dekat dengan Pasar Wage, Purwokerto. Jadi, yang sudah capek belanja segala macam kebutuhan di Pasar Wage, bisa mampir ke rumah makan Sako Bundo. Dijamin harga murah dan rasa luar biasa.


Rumah Makan SAKO BUNDO
Jl. DI. Panjaitan No. 5 Purwokerto
Tlp. 0281 - 636551, 0812 2758 9700

Gua Maria Tritis, Gua Alami yang Memesona

Bulan Mei dan Oktober merupakan bulan yang diistimewakan oleh para umat Kristiani, perayaan kerap kali dilakukan karena pada bulan tersebut adalah bulan Maria. Sehingga tidak heran bila banyak umat Kristiani yang berbondong-bondong datang ke Gua Maria yang sudah tersebar di seluruh negeri. Salah satunya adalah Gua Maria Tritis yang ada di Yogyakarta, Gunungkidul.

Keberadaan Gua Maria bagi umat Kristiani tentunya bukan hal asing lagi. Namun, bagi wisatawan yang belum mengetahui dan ingin berkunjung dan bukan untuk beribadah juga masih bisa dilakukan. Karena memang tidak sedikit wisatawan yang sekedar berkunjung untuk melihat keunikan guanya.

Pada umumnya, Gua Maria yang tersebar di seluruh negeri adalah gua buatan, tapi berbeda dengan Gua Maria Tritis. Gua ini merupakan gua alami yang sudah dilengkapi dengan stalaktit dan stalagmitnya. Di dalam gua para peziarah yang datang biasanya akan berdoa langsung di depan patung Bunda Maria. Sembari berdoa mereka juga bisa mendengarkan riuhnya jeritan kelelawar ataupun suara air yang terus menetes menembus bebatuan.

www.travelingku.net

Bagi Anda yang ingin berkunjung untuk berziarah atau sekadar berkunjung saja, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil OMOcars Jogja. Karena memang perjalanan yang ditempuh akan cukup jauh. Dari pusat kota Jogja saja mencapai 50 km. Bila tidak membawa kendaraan dan ingin menyewa mobil, Anda bisa mengandalkan OMOcars. Keuntungan menggunakan sewa mobil OMOcars adalah bisa lepas kunci dan mobil langsung diantarkan ke lokasi Anda berada. Harganya juga bisa lebih murah, dibandingkan harus naik taksi, kisaran 250 ribu per harinya. Bila tidak terlalu mengenal jalanan Jogja, Anda juga bisa sekaligus menyewa drivernya. Namun tenang saja, perjalanan yang cukup jauh akan terbayar dengan pesona guanya.


Bila sudah berada di kawasan Gua Maria Tritis, agar bisa sampai tepat di depan guanya, Anda harus berjalan kaki terlebih dahulu. Pada beberapa tempat, Anda juga bisa melihat stasi-stasi berisikan diorama proses penyaliban Sang Yesus. Biasanya bagi para peziarah saat melakukan jalan salib akan berhenti dulu di stasinya untuk berdoa. Saat masuk ke dalam mulut gua, Anda akan merasakan suasana yang hening. Biarpun sedikit riuh, itu alami dari alam. Bisa dibilang gua ini sangatlah cocok bila digunakan untuk komtemplasi.


Bila Anda sudah menikmati pesona guanya, Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda langsung ke deretan pantai yang ada di kawasan Gunungkidul, Jogja. Karena memang lokasi guanya juga tidak jauh dari pantai, sayang sekali rasanya bila Anda melewatkan menikmati pesona pantainya. Bila ingin menginap, Anda tidak perlu khawatir sebab di Gunungkidul apalagi di dekat lokasi wisatanya sudah banyak sekali penginapan yang bisa Anda sewa, dari mulai harga murah sampai mahal.


Bagi Anda yang bukan umat Kristiani seperti saya, tentunya kita masih bisa menikmati pesona gua namun kita tetap menghormati saat ada umat Kristiani yang sedang berdoa, yaa...

Ayam Geprek Bae, Hidangan Murah yang Menjadi Buruan

www.travelingku.net
Ayam Geprek Bae
Hallo, saya kembali mencoba menulis di sini lagi. Kali ini saya akan bercerita tentang kuliner di Purwokerto, Jawa Tengah. Kala itu saya lagi ada kerjaan mengecek sebuah harga perkakas bangunan di salah satu toko bangunan yang ada di Purwokerto. Saya pergi sama suami dan adik saya yang paling kecil. Ya itung-itung sambil jalan-jalan juga gitu, karena hari Minggu. Dari pada jauh-jauh ke Purwokerto cuma ngurusin kerjaan, kan bikin senep juga ya. Setelah keluar dari toko tersebut saya merasa lapar, maklum sudah siang dan perut belum diisi dari pagi (maksudnya belum diisi nasi, camilan apa saja si sudah masuk). Jadi saya minta ke Pak Suami untuk mampir ke salah satu tempat makan yang harganya murah. Pak Suami tentu hapal di mana saja lokasinya karena dia memang asli orang Purwokerto, bahkan kerjanya juga di Purwokerto.

“Emang mau makan apa?” tanyanya.
“Yang penting murah meriah, kenyang dan enak,” jawabku.
“Lah,” balas Pak Suami yang rada bingung karena istrinya minta yang rada konyol. Kan ya gimana gitu, udah minta murah meriah, enak, dan bikin kenyang.
“Pastinya makan apa ini?” desak Pak Suami.
“Apa aja deh yang penting ada nasinya, aku lapar,” cewek tuh begini, andalannya ya apa saja deh, terserah, yang penting ini, yang penting itu.
“Ya udah, ayam geprek bae ya,” jawabnya lagi.
“Oke,”

www.travelingku.net
Di tempat parkir sudah banyak kendaraan yang berjejer

Dan akhirnya kami pun melipir ke Ayam Geprek Bae yang terletak di Jalan Pierre Tandean No. 39, Purwokerto. Dari tempat parkirnya, jelas terlihat kalau warung makan ini sangat ramai. Karena banyak sekali sepeda motor yang berjejer rapi di situ. Dan kami pun langsung menuju tempat pengambilan nasi dan sayurnya. Oh ya, sebagai informasi nih buat teman-teman, kalau di Ayam Geprek Bae ini kita ambil nasi sesuai porsi kita, bebas ambil sendiri pokoknya dah. Terus nasinya ada dua pilihan yaitu nasi biasa sama nasi uduk. Nah lho, pilih yang mana? Mana saja boleh. Untuk sayurnya juga gitu, kita bebas ambil sayur apa saja. Ada lalapan, ada tumis tempe, ada tahu, berbagai macam gorengan dan lainnya. Pokoknya komplit banget dah.


www.travelingku.net
Ambil nasinya bebas, sekepenake
Yang paling unik dari cara penyajiannya adalah kami para pelanggan bebas mengambil menu apa saja secara antri namun tetap tertib. Ini yang membuat saya salut dan patut ditiru, biar enggak pada rebutan gitu.


www.travelingku.net
Sayurnya juga tinggal pilih sesuka hati

Terus setelah ambil nasi dan sayurnya, kita sampai di tempat kasir, di sini baru kita mau pilih pakai ayam apa enggak, dan pakai cabai berapa. Di sini ada ayam geprek original, ada ayam geprek mozzarella juga. Ya sesuai selera dan kantong juga. Berhubung tanggal tua juga Pak Suami belum gajian, kami pesen ayam geprek original saja. Dan saya pakai cabainya cukup satu biji saja lah, kagak perlu banyak-banyak. Pak Suami pakai cabai tiga, adik saya pakai cabai dua.


Mari kita makan

Setelah pesanan menu sudah oke, tinggal kita pesen minumnya, menunggu di situ sekalian. Kami pun pesen es teh manis. Dan tiga porsi ini hanya seharga Rp 45.000,00. Kan murah banget? Udah ada nasi, sayur dan minu es teh manis pula. Ya cocok lah untuk kantong kita-kita yang sudah memasuki tanggal tua.

Ini daftar menunya ya, Guys

Sedangkan soal rasa, dari nasi saya suka banget. Karena apa? Karena nasinya pulen abis. Yes, betul, nasinya itu enak banget. Kemudian untuk lalapannya juga enak, sayurannya masih fresh gitu, enggak over cook. Namun saya sedikit kecewa dengan ayamnya. Jadi ayam geprek ini hanya semacam ayam ala-ala Kentucky terus ditumbuk dengan cabai. Rasanya ayamnya menurut saya biasa saja enggak terlalu istimewa, masih enak lah ayam goreng buatan sendiri.


Untuk lokasinya cukup luas dan nyaman, pelayanannya juga ramah, dan tempat parkir juga luas. Ya, bisa lah kita bawa rombongan makan di sini. Sehingga di sini selalu ramai. Dari mana saja, banyak orang yang datang untuk menikmatinya. Karena selain murah meriah, kita juga bisa ambil makanan sesuai porsi dan selera kita. Itu mengapa Ayam Geprek Bae selalu jadi buruan orang-orang untuk mengisi perut.

Ya, jadi itulah kisah saya bersama ayam geprek yang harganya super murah. Semoga ayamnya makin enak.