Nendang Di Lidah, Kenyang Di Perut, Mantapnya Makan Di R.M Yosi Mandiri

purbalingga
Senyum Mba Mie dan Vhety kepaksa banget deh, karena
 sebenarnya mereka udah lapar sangat.


Masih tentang kuliner Purbalingga yang tidak akan pernah mati. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman menikmati bebek bakar yang yahuuud dan menggugah selera. Awalnya saya ditawari oleh teman untuk makan di sebuah cafe, tetapi saya menolak karena makanan di cafe tentu saja tidak ada menu nasi. Sehingga teman saya menyarankan makan di salah satu kedai di jalan D.I. Panjaitan, Purbalingga, Warung Makan Yosi Mandiri.

Nama warung makan ini masih belum familier di telinga saya. Ingin menolak, tetapi tidak enak sama teman, akhirnya saya iyakan saja untuk makan di Yosi Mandiri. Dan pada hari Rabu sore, sepulang kerja, saya dan Mba Mie langsung menuju Yosi Mandiri.

Gurihnya Ayam Bakar Tanteku

Ayam Bakar Tanteku Catan harian Ery Espania Udya

Sengaja kulewat di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Purbalingga. Rencananya memang ingin menikmati nasi goreng spesial di salah satu kedai ternama di Purbalingga, tetapi sayangnya kedai tersebut tutup. Bingung, lapar dan kecewa rasanya. Sampai aku terus berjalan untuk mencari sesuatu sebagai pengganti nasi goreng.

Di sini memang banyak kedai atau warung-warung makan yang berjejer. Aromanya sudah menggugah selera untuk segera singgah dan melahap makanannya. Akhirnya langkah kakiku terhenti di sebuah warung makan. Halaman parkirnya memang tidak luas karena langsung menyatu dengan jalan raya, tapi ketika sudah masuk, di dalamnya sangat luas. Kita bisa memilih tempat duduk yang biasa atau dengan cara lesehan. Dan saya tertarik untuk duduk di lesehan.

Ayam Penyet Suroboyo, Dari Aromanya Sudah Menggoda

Ayam Penyet Suroboyo Purbalingga

Ketika jam makan siang datang, pegawai kantor pasti langsung keluar ruangan untuk menuju tempat makan. Mereka dan termasuk diriku ikut berlalu lalang mencari tempat yang nyaman dan tentu saja dengan rasa nikmat, karena mengenyangkan perut saja rasanya tidak cukup jika lidah ini tidak merasakan kelezatannya.

Siang ini aku termasuk orang yang galau untuk makan dengan menu apa. Biasanya kalau sedang rajin memaksa, membawa bekal dari rumah, berhubung hari ini sedang malas, jadi makan di luar. Dengan Nova, sahabatku, kita berdua mencari makan yang asyik. Setelah beberapa warung makan dijumpai tempatnya sudah full, alias tidak akan tempat duduk lagi untuk kita berdua – cling, langsung cari tempat lain dan akhirnya menemukan – Ayam Penyet Suroboyo.

Kecantikan Di Atas Gunung Sendaren

Perjalananku masih tentang alam. Iya, rasanya aku belum puas jika belum mengeksplor surga yang tersembunyi di belahan Purbalingga, Jawa Tengah. Untuk itu, ketika ada kesempatan untuk bertravelling, aku sempatkan diri untuk berkelana menyusuri alam yang megah. Aku kembali ke Desa Panusupan, ada satu puncak yang belum kudaki, Gunung Sendaren.

Tips Mendaki Menggunakan Rok/Long Dress/Gamis

 www.travelingku.net
Assalamu'alaikum, hai semuanya. Libur panjang telah usai, saatnya kita beraktivitas kembali. Oh ya, tak lupa juga saya mengucapkan Gong Xi Fa Cai,Selamat Tahun Baru Imlek bagi teman-teman yang merayakannya.

Berbicara soal liburan, kemarin saya jalan-jalan lagi ke Gunung Sendaren. Sebuah bukit yang jalannya cukup menguras tenaga. Tapi saya berhasil, dan lebih menyenangkan lagi, saya memakai long dress, yang di mana biasanya sulit bagi para pendaki jika menggunakan dress, rok dan ataupun gamis. Sebagai muslimah sepertinya saya lebih nyaman jika menggunakan baju-baju seperti itu, tanpa menggunakan celana ketat untuk mendaki.

Untuk itu, saya ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman semua, tips untuk mendaki menggunakan rok/gamis. Langsung saja ini, ya :

Pertama :
Pilihlah rok/long dress/gamis dengan berbahan ringan.
Hal ini bertujuan agar kita ringan untuk melangkah, tidak terlalu berat dengan bahan baju yang kita pakai. Kita bisa memakai bahan dari satin, katun dan bahan lainnya yang membuat nyaman,  selain ringan juga sejuk (tidak membuat panas).

Kedua :
Rok/long dress/gamis harus longgar.
Tentu harus longgar, karena langkah kaki kita untuk jalan menanjak, rasanya akan sangat sulit jika kita menggunakan rok/long dress/gamis yang nge-pas badan.

Ketiga :
Pakailah tambahan pakain dalam.
Di sini, kalian bisa memakai celana legging atau rok pendek, hal ini bertujuan agar ketika kita tertiup angin maka tidak membuat tubuh kita transparan.

Keempat :
Angkat rok/long dress/gamis sampai di bawah lutut.
Hal ini agar jalan kita mulus, tidak tersendat-sendat dengan kain panjang. Tetapi, Insya Allah aurat kita akan tetap tertutup karena kita memakai legging atau tambahan kain di dalamnya.
Jadi, bagi teman-teman muslimah yang ingin mendaki, jangan khawatir, kita tidak perlu memakai celana pendaki dan kaos ketat. Kita masih tetap bisa tampil menjadi diri kita sendiri. Kemarin saya juga begitu sampa-sampai ada yang mengatakan saya salah kostum. Wah, itu tentu saja tidak baik, toh kita totalitas menggunakan pakaian apa yang dianjurkan dan nyaman untuk diri kita sendiri.