Menikmati Kuliner dengan Kelezatan Hakiki di Sate Kambing Pak Yani

Sate Kambing Pak Yani Purbalingga
Sate Kambing Muda Pak Yani

Halo
, sobat Travelingku, akhirnya saya kembali di sini lagi. Masih dalam cerita kulineran Purbalingga. Waktu telah cerita tentang ayam goreng, kini tentang Sate Kambing Muda Pak Yani yang terkenal. Pertama kali ke sini di hari yang sama waktu ke Ayam Goreng Mbok Sarun. Waktu itu dibungkus karena sudah kenyang makan ayam goreng, masa langsung lanjut makan sate, kan perut enggak bisa menampung lagi. Terus sate kambing ini juga akhirnya dibeli sama Mba Neli.

Selang sekian purnama saya tidak menyambangi lagi Sate Kambing Muda Pak Yani, sampai-sampai waktu blog walking ke blognya Mas Bangkit yang berjudul [Ulasan] Mari Kita Santap Empuk dan Sedapnya Sate Kambing Pak Yani Purbalingga yang Tersaji di Hotplate Ini. Nyam, nyam, nyam! Seketika langsung kangen menyantap sate kambing yang lembut itu. Saya merengek terus ke suami, tapi karena kami memang masih sibuk belum ketemu waktu yang pas, jadi tertunda terus.

Sampai akhirnya pas hari Minggu, 24 Januari 2021 kami menyempatkan sengaja datang ke sana. Ya, hanya saya dan suami saja, kebetulan anak lagi tidur, ya sudah kami tinggal bersama embahnya (ibu macam apa nih saya). Hehehe
Sate Kambing Muda PakYani


Makan Sate Terenak di Sate Kambing Muda Pak Yani

Perjalanan yang enggak sampai tiga puluh menit, karena jaraknya tidak jauh dari rumah, membuat kami cepat sampai. Pas sampai di sana, memang cukup ramai. Ah, Pandemi Covid-19 sudah membuat orang bosan di rumah saja, termasuk kami ingin menikmati sajian di luar. Namun, kami semua tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Masuk ke rumah makan Pak Yani ini, kita juga wajib cuci tangan terlebih dahulu. Selanjutnya kami ke kasir untuk pesan menunya.

Sate Kambing Muda Pak Yani



Okay, kami pesen sate kambing yang biasa, nasi dan jeruk hangat, masing-masing dua porsi. Kemudian saya dan suami langsung ke tempat makan yang masih kosong. Persis di depan dengan pemandangan lalu lalang kendaraan. Sambil menunggu pesanan yang sedang disiapkan, kami ngobrol-ngobrol sejenak. Seperti orang pacaran lagi hanya berdua saja, yang lain ngontrak, hahahha. Iya, sudah lama sekali enggak ngobrol berdua karena buah hati kami telah lahir dan sedang aktif-aktifnya. Jadi, momen makan di luar begini, itu sangat berharga buat kami.

Tak berapa lama kemudian pesanan kami datang, pertama nasi, sambal kecap dengan irisan cabai, kemudia irisan bawang dan tomat, minuman jeruk hangat, dan yang terakhir satenya pun datang. Yang paling saya sukai dari sate ini ialah penyajiannya. Sate Kambing Muda Pak Yani disajikan dengan hotplate. Jadi, rasa otentik dari sate tersebut akan bertahan lama. Panasnya pun bertahan lama. Menggiurkan sekali, bukan?

sate Kambing Muda Pak Yani
HIdangan datang, mari makan


Karena sudah lapar, kami mengambil foto-foto makanannya hanya sebentar, langsung melahapnya. Satu tusuk sate, dua tusuk, sampai sepuluh tusuk. Daging kambingnya empuk, karena ini menggunakan daging kambing muda. Terus, aroma kambing yang baru prengus itu nyari enggak ada. Makanya saya suka banget sama Sate Kambing Muda Pak Yani ini. Yes, karena saya tidak suka olahan daging kambing yang aroma khasnya terlalu kuat. Hehehe

Setiap gigitan daging kambingnya itu benar-benar memberikan kenikmatan. Belum lagi ketika ditambah sambal kecap bercampur dengan irisan cabai, terus ditambah irisan tomat dan bawang merah yang segar. Uggh, sungguh, ini merupakan kelezatan nusantara yang hakiki. Pantas saja, Sate Kambing Muda Pak Yani, selalu menjadi tempat favorit keluarga besar untuk makan dan menjadi buruan para pecinta kuliner.

Kalau tidka memikirkan nanti tensi darah saya naik, sudah pasti saya minta nambah satu porsi lagi sate kambingnya. Dibilang serakah terserah dah, emang ini sate kambing bikin nagih, cobain deh. Tapi ya gitu, saya harus mengontrol diri takut nanti tensi darah naik malah lebih repot lagi.

Akhirnya ya sudah, kami tidak menambah lagi. Sudah kenyang juga. Selain itu, kami juga kepikiran bagaimana dengan Emir, di rumah di nangis atau tidak.

Sate Kambing Muda Pak yani
Jadi pengen makan terus
1 Porsi = 10 Tusuk


Harga Sate Kambing Muda Pak Yani

Harga sate kambing yang murni daging Rp 50.000/porsi, sate kambing yang campur/biasa Rp 45.000/porsi, nasi Rp 5.000/porsi, jeruk hangat Rp 6.000/porsi. Terus kalau nambah sambal irisan bawang dan tomat Rp 4.000/porsi. Jadi, pas kami makan, totalnya Rp 110.000 untuk berdua. Buat saya ini worth it banget karena dagingnya enak dan empuk. Favorit banget emang ini Sate Kambing Muda Pak Yani.

Satu porsi sate itu ada sepuluh tusuk, sambal kecap, irisan bawang merah dan tomat. Murah meriah banget, kan? Oh ya, selain sate juga ada menu tongseng, gulai dan lainnya. Aneka minuman tersedia seperti teh, jeruk dan jus.


Alamat Sate Kambing Muda Pak Yani

Lokasi tempat makan ini cukup mudah karena di depan jalan raya dari Selaganggeng menuju Desa Serang. Sate Kambing Muda Pak Yani, terletak di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet. Persis setelah tugu Selamat datang masuk ke Desa Bojong. Menghadap utara, halaman parkirnya luas. Bahkan khusus parkir mobil, tersedia di bagian belakang rumah makan ini.

Okay, itu cerita tentang Sate Kambing Muda Pak Yani yang selalu memberikan rasa bahagia bagi para pengunjung. Merupakan salah satu surga kuliner Purbalingga yang wajib dikunjungi. Nah, yang penasaran bagaimana dengan rasa dan lainnya, di khir pekan ini, siapa saja bisa langsung untuk menikmati makan bersama keluarga atau orang tersayang di sana.


Sate Kambing Muda Pak Yani

Jalan Raya Bojong Kaliwangi Km. 2
Desa Bojong RT 02 RW 05 , Kecamatan Mrebet (Jalur Desa Selaganggeng - Desa Serang)
Buka setiap hari dari Pukul 09.00 - 21.00 WIB
Telepon: 0281 - 759153 / 0856 0152 2366

Menyambangi Warung Makan Legendaris di Purbalinga, Ayam Goreng Lunak Non Presto Mbok Sarun


Perjalanan dalam mencari kuliner enak itu tiada akhirnya. Setelah waktu itu menyambangi Sroto Klamud Toyareja, beberapa hari kemudian saya melipir ke salah satu warung makan yang cukup melegenda. Iya, sudah lebih dari 25 tahun warung ini tetap eksis hingga sekarang. Coba tebak? Bagi warga Purbalingga pastinya juga tidak asing lagi, karena warung makan ini sangat terkenal. Ialah Warung Makan Ayam Goreng Lunak Non Presto Mbok Sarun. Ayam goreng kampung tapi tulangnya lunak, padahal tidak menggunakan presto. Itulah hebatnya, makanya warung ini sangat terkenal. Meskipun Mbok Sarun sudah almarhumah, tetapi resep beliau diturunkan kepada anaknya. Sehingga bisa meneruskan warisan kuliner keluarga yang enak dan gurih.

Dan pas itu, masih di bulan puasa yang jauh sebelum adanya pandemi Covid-19, saya dan suami menyambangi warung makan Mbok Sarun. Saya yang enggak puasa, suami sih jelas puasa. Jadi, sengaja banget saya pagi-pagi ke sana. Karena rencana hari itu buat hunting kulineran cukup banyak. Jam setengah sembilan pagi seingat saya, berangkat menuju warung makan Ayam Goreng Kampung Lunak Mbok Sarun, yang terletak di Desa Majapura, Bobotsari.


Tempat parkir yang luas


Karena puasa, tentunya pagi hari masih sangat sepi. Jadi, saya bisa leluasa dan tak perlu antri. Langsung deh, pesen buat sarapan, nasi sama ayam goreng yang udah dipotong dan teh manis hangat. Iya, menu yang saya pesan ini menu yang ekonomis dan cukup buat sendiri. Kalau ramai-ramai, lebih enak dan pas pesen yang ayam 1 ekor. Bakalan mantap dan puas.

Daftar harga di Warung Makan Ayam Goreng Mbok Sarun

Tak berapa lama pesanan saya datang, pertama kali nyicipin tentu ayamnya. Dan bener banget, rasa ayam gorengnya itu gurih, dagingnya empuk, padahal ayam kampung lho. Biasanya, kalau masak sendiri, daging ayam kampung itu alot kalau enggak dipresto.

Saya makan dengan lahapnya, maklum belum sarapan. Ditambah lagi, lalapan kobis dan mentimun serta sambal yang pedasnya enggak membakar lidah, jadi saya asyik dan enak menikmatinya. Tak terasa, satu porsi sudah habis. Sampai-sampai saya ngegigit tulang ayamnya, ternyata bener, tulang ayamnya juga lunak. Aduuh, fix ini mah, kuliner legendaris yang wajib dilestarikan.

Makan, Guys..

Setelah selesai makan, saatnya bayar, dong. Saya menuju kasir untuk membayarnya, ternyata harganya murah banget untuk menu paket hemat ini. Nasi plus ayam goreng, lalapan dan sambal, hanya Rp 17.000, sedangkan air teh manis hangat hanya Rp 5.000, beneran murah deh. Pantas, tetap eksis sampai sekarang karena harganya juga sangat bersahabat dan tidak membikin kantong jebol. Oh ya, untuk harga sewaktu-waktu bisa berubah, ya.


Kalau datang ramai-ramai, pilih ayam goreng utuh ini.
Harga Rp 110.000/1 ekor ayam kampung
Sumber foto: Instagram @mboksarunpusat

Okelah, itu cerita tentang kuliner legendaris yang ada di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di daerah Bobotsari. Jadi, bagi teman-teman yang main ke Purbalingga, jangan lupa untuk mampir ke Rumah Makan Ayam Goreng Lunak Non Presto Mbok Sarun 100% Ayam Kampung. Dijamin tidak nyesel, malah ketagihan terus.

See you di perjalanan kuliner selanjutnya. Bye bye. Terima kasih.

Ayam Goreng Lunak Mbok Sarun
100% Ayam Kampung
Jl. Menur B1/C33, Dusun 2, Majapura, Kec. Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53353
Instagram: @mboksarunpusat
No. Tlp: 0281-759032 / 0852 2741 7000

Ke Purbalingga? Jangan Lewatkan untuk Menikmati Sroto Klamud Toyareja yang Unik dan Lezat


Halo, teman-teman, jumpa lagi di blog Travelingku ini. Sudah lama sekali saya tidak posting di sini. Karena berbagai kesibukan kini menghampiriku. Huhuhu sombongnya, padahal baru masuk kerja pasca cuti melahirkan, baru tiga bulanan. Tapi, blog ini malah mati suri. Jadi, kali ini saya mencoba untuk menghidupinya lagi. Dan saya akan ceritakan pengalaman menyantap kuliner Purbalingga yang enak, lezat dan hits banget.

Aslinya saya ke tempat makan ini sudah lama. Waktu itu ada project sama Mba Neli buat mereview kuliner dan wisata di Purbalingga. Setelah bincang cantik dengan Mba Neli, akhirnya kami berdua memutuskan untuk menikmati kuliner dulu. Dan lokasi yang cukup dekat dengan tempat bincang kita yaitu di salah satu tempat makan terkenal. Bukan hanya di Purbalingga, tapi di beberapa daerah lain juga sudah mengenalnya. Di mana lagi kalau bukan SROTO KLAMUD TOYAREJA.

Dari namanya saja sudah ketahuan, kan. 'Klamud' itu berarti 'Kelapa muda'. Tapi ini mix jadi Sroto. Bagaimana jadinya? Yuk, simak terus cerita dari saya.

Kala itu hari cukup terik di siang yang cerah. Saya membonceng Mba Neli menyurusi jalanan Purbalingga bagian timur menuju Desa Toyareja. Dari jalan raya masuk ke jalan pedesaan itu rasanya luar biasa. Masuk ke wilayah Toyareja, kami berdua disuguhi dengan hamparan padi yang masih hijau. Membuat suasana sejuk kian terasa. Kemudian tak berapa lama kami sampai di tempat tujuan.

Berhubung ini bulan puasa, jadi di siang hari warung ini sepi. Jadi saya cukup leluasa nih buat makan sendiri, karena saya pas lagi enggak puasa. Dan Mba Neli puasa dong.


Dengan kondisi warung yang sepi kami awalnya ragu, ini buka atau enggak. Tapi ternyata buka, hanya saja tertutup dibandingkan hari-hari biasa. Selain itu, penjual ada di dalam rumah, tidak di warung. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang punya warung keluar. Dia meracik Sroto untuk saya. Tak lupa juga saya mencoba mengabadikan momen untuk memvideo beliau ketika meracik Srotonya. Dan sebagai minumannya, saya pesan es jondol yang menyegarkan.

Ye, Sroto pesanan saya sedang diracik

Akhirnya, tak berapa lama kemudian pesanan datang, saya yang sudah kelaparan akhirnya bisa menikmati kuliner Purbalingga yang unik ini. Bagaimana tidak unik, sroto tapi mangkuknya kelapa muda. Dan bihun putihnya diganti dengan daging kelapa muda. Duh, segar banget. Enak, gurih campur segar menjadi satu. Dari suapan pertama hingga akhir, saya merasakan kenikmatan yang hakiki dari kuliner Purbalingga, Sroto Klamud.

Tak heran juga, sroto ini sangat eksis dan terkenal. Selain menjadi kuliner Purbalingga yang khas, Sroto Klamud juga merupakan kuliner Purbalingga yang wajib dikunjungi.

Akhirnya, pesanan saya datang nih

Sudah beberapa kali juga lho, masuk dan tayang di acara TV Nasional tentang kuliner khas daerah. Sroto Klamud juga menjadi incaran orang-orang yang ingin menikmati makan besar bersama keluarga, kerabat atau pun para teman-teman.

Sroto Klamud ini isi yang lainnya sama, yaitu ada ketupat, touge (kecambah putih), kerupuk, taburan daun bawang dan kacang goreng, serta daging ayam atau babat atau daging sapi. Daging ayamnya ada dua pilihan, ayam kampung atau ayam negeri. Yang membedakannya, sudah saya sebutkan di atas, bahwa bihunnya diganti dengan irisan daging kelapa muda.

Mari makan :)

Harga Sroto Klamud Ayam Negeri yang saya pesan Rp 18.000/porsi, sedangkan yang menggunakan Daging Sapi atau Babat Rp 20.000/porsi. Di sini juga tersedia sroto yang menggunakan mangkuk, harga mulai Rp 10.000 – Rp 15.000 per porsi. Minumannya saya pilih Es Jondol yang dibandrol dengan harga Rp 5.000 per gelas.

Es Jondol yang menyegarkan

Es Jondol sendiri hampir mirip dengan Es Cendol khas Banjarnegara. Rasa segar dan manis dari gula merah, begitu terasa melegakan di tenggorokan. Terlebih ketika kita minumnya di siang bolong yang terik matahari begitu menyengat.

Okay, itulah sekelumit perjalanan wisata kuliner saya di Sroto Klamud, semoga ada kesempatan lain untuk menikmati Kuliner Purbalingga yang khas dan menggoda. Atau kalau punya rekomendasi, tulis di kolom komentar, ya! Terima kasih. :)

SROTO KLAMUD TOYAREJA

Alamat: Jalan Toyareja, Dusun 1, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah 53316.
Buka: Pukul 09.00 - 18.00 WIB

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Naik KAI di Era New Normal

Tiket Kereta Api
Saat ini kita tahu dan sedang melawan pandemi global Covid-19 yang melanda. Kasus baru masih terus ada sampai hari ini. Dan kita juga tahu, akibat adanya pandemi ini membuat beberapa aspek terhambat. Memaksa kita stay at home. Kalaupun harus keluar rumah, kita wajib menggunakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan. Agar kita tetap sehat dan terhindar dari berbagai virus meski terpaksa harus keluar rumah.

Selama kurun waktu tiga bulan tinggal di rumah terus itu cukup membosankan, dan bagi yang penghasilannya masih pas-pasan, sungguh, itu hal yang berat karena tinggal di rumah itu sama artinya tidak mendapatkan penghasilan. Untuk itu, saat ini kita boleh bepergian untuk mencari penghasilan dengan catatan mematuhi protokol kesehatan.

Selain menjalani protokol kesehatan, kita juga wajib olahraga dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin, supaya imunitas kita makin meningkat. Dengan begitu, virus tidak akan mudah untuk menyerang kita.

Okay, hal-hal di atas ialah salah satu upaya untuk mencegah Covid-19. Lalu bagaimana ketika kita harus bepergian ke luar kota untuk urusan yang mendesak atau urgent? Nah, hal ini sangat-sangat perlu diperhatikan karena perjalanan jauh itu cukup berbahaya. Bukan hanya persiapan diri sendiri saja, melainkan tranportasi yang digunakan juga harus diperhatikan.

Kendaraan yang memungkinkan untuk bepergian keluar kota saat ini ialah dengan menggunakan mode transportasi kereta api. Karena tiket kereta api saat ini bisa dibeli secara online sehingga meminimalisir kita untuk melakukan pembelian secara face to face. Saat ini kereta api telah menyiapkan keperluannya untuk menghadapi era new normal seperti sekarang ini. Karena kesehatan ialah hal utama yang harus diperhatikan dan dijaga.

Tiket Kereta Api


Dan bukan hanya itu kelebihan naik kereta api di saat pandemi begini, karena pihak Kereta Api Indonesia (KAI), memberikan syarat-syarat kepada calon penumpang agar kita semua merasa aman, seperti:

1. Calon penumpang harus menggunakan masker/face shield atau melakukan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan

2. Suhu badan calon penumpang maksimal 37,3° C

3. Wajib melampirkan hasil test PCR yang menunjukan hasil negatif dan berlaku selama 14 hari; atau rapid test dengan hasil non reaktif

4. Tidak sedang sakit batuk, pilek atau influenza, serta sakit lainnya. Jadi, harus benar-benar kondisi fit ketika akan naik kereta api

5. Seluruh penumpang harus jaga jarak baik di dalam kereta maupun di stasiun keberangkatan atau tujuan

6. Menggukan baju lengan panjang atau jaket, serta rajin cuci tangan

Itulah beberapa hal yang harus dipenuhi ketika kita akan naik kereta api. Dan saya tambahkan juga nih, jangan lupa membawa hand sanitizer serta masker ganti. Sehingga selama perjalanan kita lebih tenang, dan perlu digaris bawahi, tidak perlu mengobrol dengan penumpang lain.

Sesampainya di stasiun tujuan, kita juga sebaiknya tidak perlu duduk-duduk atau menunggu sesuatu. Segalanya harus cepat-cepat dan tidak berinteraksi dengan orang-orang yang ada di stasiun tersebut.

Okay, semoga infomasi ini bisa bermanfaat bagi semuanya yang ingin bepergian dengan moda transportasi kereta api di era new normal. Karena kondisi tertentu, terkadang kita harus bepergian. Dan kereta api memang menjadi pilihan yang tepat dan terbaik untuk saat ini.

Berdoa juga semoga pandemi ini segera berlalu sehingga kita bisa bepergian jauh untuk traveling atau hangout dengan aman dan tenang.

Terima kasih.

Menikmati Liburan Sambil Bermain dan Belajar di Caping Park

www.travelingku.net
Hallo, Sobat Traveling. Jumpa lagi dengan saya di blog ini. Maaf jarang update di blog yang satu ini karena biasanya nongkrong di www.erycorners.com. Tapi beberapa bulan terakhir ini memang saya jarang update sih. Nah, ini mulai mencoba kembali untuk mengaktifkan blog. Semoga bisa menjadi referensi teman-teman yang ingin liburan.

www.travelingku.net
Petunjuk arah, ke kiri Jembatan Kaca, ke kanan menuju miniatur balon udara, taman dan lainnya

www.travelingku.net
Ke Caping Park kurang afdol kalau tidak makai capingnya

Dan cerita kali ini tentang tempat wisata yang cukup hits di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Yakni Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Usianya juga baru mau menginjak angka 2. Karena tempat ini baru diresmikan atau melakukan grand opening pada tanggal 01 Juni 2018. Ada yang sudah menebaknya di dalam hatikah? Tempat ini merupakan terletak di dataran tinggi lho. Dari tempat ini bisa melihat kawasan kota Purwokerto dari atas. Sangat pas untuk menghilangkan penat dan jenuh setelah beraktvitas seharian. Okay, tempat ini bernama Caping Park.

www.travelingku.net
Grand Opening Caping Park, 01 Juni 2018


www.travelingku.net
View Kota Purwokerto dari ketinggian

Caping Park Tempat Wisata dan Edukasi
Terletak di Dusun II, Desa Kebumen, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Di tempat yang nyaman dengan pemandangan yang sudah cantik dari dulu. Lokasi ini disulap menjadi sebuah tempat wisata dan edukasi bagi anak-anak. Waktu itu kami beremepat yaitu saya, Mas Bangkit, Alfi dan Syarah berkesempatan untuk menikmati sore yang indah di Caping Park. Tujuan yang paling utama tentu ke bagian yang paling hits, yaitu Jembatan Kaca. Di sini kami mengantri agar bisa foto di jembatan yang panjangnya kurang lebih 20 meter dan terbuat dari kaca.

www.travelingku.net
Jalan di atas kaca itu rasnya...

Bagi yang takut ketinggian memang ngeri kalau jalan di sini. Terlebih ketika melihat ke bagian bawah, sudah pasti bakalan takut karena seperti berjalan di awang-awang. Tapi, tidak perlu khawatir, kacanya tebal dan jembatannya juga dibuat kokoh, sehingga aman. Namun begitu, untuk lebih aman dan terkendali. Pengunjung yang masuk ke Jembatan Kaca ini dibatasi maksimal lima orang dan waktunya juga dibatasi lima menit, karena harus bergantian dengan wisatawan lainnya. Serta alas kaki kita juga mesti dilepas, diganti dengan sandal yang sudah disediakan oleh pengurusnya.

www.travelingku.net
Akhirnya, bisa juga di ujung jembatan

Waktu itu kami bertiga yang main ke Jembatan Kacanya, karena Mas Bangkit entah di mana, ya maklum orang sibuk. Wahahaha, jadi saya, Syarah dan Alfi yang asyik foto-foto di jembatan kece tersebut. Sensasi yang cukup luar biasa juga kami rasakan. Iya, kami cukup takut juga ternyata berjalan di kaca dan melihat ke bawah itu kayak jalan melayang. Saya lihat juga ada yang enggak jadi karena takut.

www.travelingku.net
Asyik, dapat foto begini, cakep :D

Setelah batas waktu lima menit yang diberikan untuk berfoto-foto di Jembatan Kaca, kami mencoba spot selfie lainnya. Ada miniatur Balon Udara, Pohon yang diberi warna-warni pita, kemudian taman dan beberapa spot jembatan lainnya yang cukup kece. Dan yang lainnya ialah kami bisa melihat peternakan sapi, kelinci dan kambing. Di sini, bisa banget lho memberikan makanan kepada binatang piaraan.

www.travelingku.net
Udah kayak balon udara beneran, kan?

Kiri ke kanan: Alfi, saya, Syarah, Mas Bangkit

Puas keliling ke sana-sini, kami capek juga. Akhirnya kami berpamit pulang, terlebih hari sudah cukup petang, sudah hampir setengah enam sore. Suami saya sudah menjemput di parkiran. Alfi dan Syarah mereka pulang berdua, dan yang ditinggal sampai malam tentunya Mas Bangkit karena ada keperluan lain.

www.travelingku.net
2 ekor sapi yang berhasil kami kunjungi, yang lain penuh sesak dengan amak-anak yang berantusias memberikan makanan
www.travelingku.net
Di Jembatan taman Caping Park, Syarah and me

Dan saya sama suami juga melanjutkan perjalanan untuk makan di Purwokerto bersama teman-teman yang sudah menunggunya juga. Hari yang melelahkan memang, tapi menyenangkan.


Selang dua hari, saya dan Syarah meminta foto yang ada di kameranya Alfi, tapi naas, enggak semua foto tersimpan, karena memory full dan kameranya mau dipakai untuk hal lainnya, sebelum foto-foto dipindahkan ke laptop, langsung didelete. Ya sudah, saya dan Syarah menjerit histeris, foto alay kami tak tersimpan. Hahahahaha. Berharap bisa main lagi ke Caping Park, karena makin ke sini makin bagus juga, banyak penambahan spot wisatanya.

Okay, itulah cerita kami di Caping Park. Untuk tiket masuk Rp 20.000/orang di weekday. Rp 25.000/orang di weekend.


Sampai jumpa lagi di lain kesempatan. Terima kasih sudah berkunjung. :)

Caping Park

Bermain - Berlibur - Belajar
Buka: Pukul 08.00 - 18.00 WIB
Instagram: @capingpark 
Contact Person: +62 812-2579-6606 (WA)