Menikmati Ramainya Jalan di Jogja yang Penuh Kesan

www.travelingku.net
Perjalanan ini masih tentang cerita masa-masa honeymoon ya, maklum pengantin baru. Kala itu malam Minggu di Jogja, awalnya bingung mau ngapain, jadi kami putuskan untuk ke Malioboro, biar kayak orang-orang gitu. Malam Minggu macet dan ramai, terlebih lagi ada beberapa ruas jalan di Maliboro yang sedang dipugar.

Sambil menyusuri jalan, kami coba mencari santapan untuk mengisi perut. Terlihat penjual aneka makanan sangat ramai. kami berhenti di warung pinggir jalan untuk makan malam. Dengan menu nasi gudeg dan tempe goreng, kami cukup lahap memakannya, bukan karena rasanya yang enak banget, tetapi kami yang sedang kelaparan. Jadi ya, apa saja bisa masuk ke perut, andai saja beling-beling bisa dimakan, kami pun makan juga. Hahahaha, just kidding :D

Saking lahapnya, kami sampai lupa tidak memfoto makanan kami. Tapi ada baiknya juga, karena rasanya memang kurang enak. Manisnya terlalu, mungkin ini karena lidah saya yang belum terbiasa ya, jadi agak merasa aneh. Selain itu, bumbunya kurang nendang (kalau ini pasti kesalahan lidah saya, karena biasanya kami traveling itu makannya nasi padang). Padahal ya, orang-orang yang di dekat kami makannya enak banget. Sangat menikmati hidangan yang ada dan menu sama. Ya sudah, kemungkinan terbesar lidah kami, terutama saya yang sangat-sangat embuh. Tapi enggak apa-apa lah ya, nasi gudeg ini cukup mengganjal perut yang sudah discoan, bukan hanya keroncongan saja. Untuk air minum kami beli bawa sendiri yang pas dari hotel, kami mampir ke salah satu swalayan.

www.travelingku.net
Norak dikit gpp lah ya :D

Setelah selesai makan, kami menghampiri penjualnya untuk membayar apa saja yang kita makan. Cukup kaget juga dengan harga yang dilontarkannya. Pasalnya hanya dua nasi gudeg dan dua tempe goreng dibandrol Rp 46.000,00. Okay lah, fix, mungkin harga standardnya begitu karena di tempat keramaian. Telebih kami sedang kelaparan dan sedang malas untuk mencari tempat makan yang recomended.

Kemudian kami melanjutkan jalan kaki dan menikmati malam di titik 0 Kilometer Yogyakarta. Pinginnya sih kayak orang-orang gitu, duduk-duduk di kursi pinggir jalan Malioboro, terus upload ke instagram. Eh, ternyata momen kami kurang beruntung. Selain banyak material yang cukup berserakan, wisatawan pun sedang membludag (aslinya Jogja memang setiap hari ramai). Ya sudah, kami hanya duduk sambil melihat sliwernya lalu lintas yang sangat padat.

www.travelingku.net
Biar nampak pengantin baru :D

Puas melihat lalu lintas, kami geser ke depan benteng Vredeburg dan duduk-duduk santai. Sambil ngobrol-ngobrol ngalor ngidul, Pak Suami inisiatif menghubungi adiknya yang kerja di Jogja. Untuk membunuh waktu menunggu dia datang, kami nyicipin jagung bakar. Itung-itung biar enggak terlalu bosan menunggu. Dan akhirnya, jagung bakar habis, adik sampai juga. Oh ya, dia bernama Usman.

Dia mengajak kami ke Patung Tugu yang ramai dan yang katanya ngehitss kalau di malam hari. Dan ya, memang ramai banget, beruntung bisa ambil foto-foto juga di sini meski harus antri terlebih dahulu. Foto-foto sudah puas, berbincang-bincang sambil jalan-jalan sekeliling tugu juga sudah, ternyata kami lapar lagi. Beruntungnya Usman mau mengajak makan di warung lesehan dekat sungai. Tapi sayangnya, saya lupa apa nama sungai tersebut, yang jelas seberangnya ada gedung hotel. Sepanjang jalan di pinggir jalan itu banyak orang-orang yang berjualan makanan dan minuman baik makanan berat/camilan.

www.travelingku.net
Menunggu foto di sini itu lamanyaaaa

Berhubung lapar, saya pesan nasi goreng, lemon tea hangat dan camilan roti bakar (enggak usah dibayangkan makan nasi goreng terus camilannya roti bakar). Kalau suami pesan mie goreng, lemon tea hangat dan kentang goreng. Sedangkan Usman hanya memesan mie goreng dan es teh.


Enggak tahu mengapa ya, hanya sedikit jalan-jalan saya mudah kelaparan, kan jadi lupa lagi mau memfoto makanan. Setelah makanan saya habis, saya juga mengganggu makanan suami. Iya, saya juga ikut nimbrung makan kentang gorengnya. Entahlah, mungkin masa proses pertumbuhan menuju emak-emak (jadi gemuk) wkwkwkwkwk.

Makan di pinggir jalan, terus di bawahnya itu ada sungai, seberang jauh sana ada perumahan dengan lampu yang kerlap kerlip. Rasanya memang syahdu, sampai enggak kerasa kalau makanan kami sudah ludes des, mau nambah tapi malu. Jadi ya sudah, kami segera bayar. Dan harganya berbanding terbalik dengan nasi gudeg yang tadi. Ini sangat luar biasa. Dari semua makanan yang kami pesan, hanya menghabiskan Rp 48.000,00. Super duper murah meriaaaaah....

www.travelingku.net
Foto wajib ketika berada di Jalan Malioboro

Pagi-pagi diawali dengan ribut mencari sarapan, setelah muter-muter keliling perumahan, kami belum nemu juga. Akhirnya dengan lelah, kami menemukan gang yang terdapat orang jualan makanan. Ternyata Warung Ayam Geprek Bu Rum. Langsung kami pesan dan makan di situ. Setelah selesai, kami cap cus ke Malioboro lagi. Ceritanya biar kekinian, foto-foto di jalan gitu, terus tak lupa juga foto duduk di kursi pinggir jalan. Ya, meksipun bukan malam hari, yang penting rasa penasaran sudah terbayar. Namun, perjalanan kami di Maliboro belum berakhir, kami mencari penjual bakpia. Jalan kaki entah berapa ratus meter ke tempat pusat penjualan bakpia pathok 25. Asyiknya di sini ada testernya. Udah gitu, bakpianya masih fresh from the oven, bahkan bukan cuma anget, tapi panas.

www.travelingku.net
Kalau sudah foto di sini berarti sudah kekinian, hahahaha

Giliran mau balik ke parkiran, kami bingung. Mau jalan lagi enggak mungkin deh kaki dah pegel-pegel banget. Jadi kami naik becak menuju parkiran. For your information ya, Guys... tempat parkir di Malioboro sekarang tertata rapi. Berada di ujung utara seberang jalan Malioboro. Kendaran roda dua ada di atas, sedangkan roda empat ada di bawah. Dan dengan sisa-sisa tenaga, kami naik tangga untuk mengambil motor. Yang akhirnya kami langsung menuju Magelang.

Hallo, Borobudur, I’m Coming.... perjalanan pun penuh warna, sempat nyasar dan lain sebagainya. Bahkan sampai masuk ke kompleks Universitas Gajah Mada. Hahahaha.. niat banget kan. Itulah cerita perjalanan absurd kami, kalau kalian bagaimana?

Pesona Surga yang Tersembunyi dari Bukit Mertelu

www.travelingku.net
Bukit Mertelu
Assalamu'alaikum wr wb....

Selamat berakhir pekan, teman-teman. Adakah rencana jalan-jalan untuk sekedar membuang penat atau untuk menikmati keindahan alam bumi Indonesia yang tercinta ini? Karena sudah menjadi rahasia umum ya, bahwa Indonesia merupakan tanah surga yang memiliki kesuburan, keindahan dengan segala bentuk perbedaan yang tersaji menjadi dalam sebuah nusantara yang terbentang luas.

Berbicara tentang keindahan alam di setiap sudut pasti ada. Bahkan masih banyak surga yang tersembunyi di negeri ini. Seperti halnya perjalanan yang baru saja saya lakukan. Letaknya tidak jauh dari desa tempat tinggal saya karena memang ini masih dalam satu wilayah kecamatan. Bisa dikatakan tetangga desa. Saya baru menyadari bahwa ada tempat wisata yang benar-benar ikonik dan sangat memesona.


Karena masih tetangga desa, saya menuju lokasi melewati jalur terobosan alias jalur alternatif. Lebih cepat sampai dan memangkas jarak ketika dibandingkan melalui jalur utama (jalan raya).

Ngomong-ngomong dari tadi bahas lokasi, memang mau ke mana?

Jadi begini loh, saya dan Pak Suami, ceritanya sedang refreshing biar otak kembali segar setelah seminggu berkutat dengan pekerjaan. Inginnya sih ke pantai, cuma jauh, jadi kami putuskan untuk ke Bukit Mertelu yang terletak di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tempat ini menjadi pilihan kami, selain dekat, kami juga penasaran ada apa sebenarnya di Bukit Mertelu tersebut.

www.erycorners.com
Di beberapa titik ada tempat untuk istirahat sejenak

Setelah sampai di lokasi tempat parkir, kami harus jalan kaki dengan jalan yang cukup menanjak. Jaraknya sekitar 1 - 2 km. Yaa, hitung-hitung sambil olah raga begitu. Jalan yang kami daki pun menyuguhkan pemandangan yang cukup menawan. Udara yang sejuk dan segar membuat kami semakin semangat untuk menuju Bukit Mertelu.


www.travelingku.net
Di perjalanan meunuju puncak juga ada taman kecilnya


Di situ terpampang jelas tentang Sapta Pesona yang memang harus ada di setiap lokasi wisata. Ditambah ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung, salah satunya adalah ketika turun hujan, seluruh pengunjung wajib turun dari Bukit Mertelu. Hal ini tentunya untuk menjaga keselamatan seluruh pengunjung.

Di sepanjang yang kurang lebih 2 km ini, ada beberapa spot untuk berselfie atau hanya sekedar duduk-duduk santai dan beristirahat. Seperti halnya yang kami lakukan ini.

www.travelingku.net
Bisa juga main ayunan sebentar sebelum melanjutkan perjalanan


Bahkan, ada juga nih, tempat duduk, sekaligus tempat buat foto-foto, ibarat sarang burung namun luas dan mampu untuk kita bersandar sejenak. Ketika langkah ini belum sampai jua, ternyata masih ada sajian-sajian menawan dari jalan ke Bukit Mertelu.

www.erycorners.com
Katanya sih ini sudah deket dengan puncak. Benarkah itu?

Dengan penuh keceriaan kami melangkah yang akhirnya membawa ke sebuah tempat di mana mata ini disuguhkan dengan pemandangan yang ciamik. Aduhai sekali indahnya.

www.travelingku.net
Kalau ini fix udah deket dengan puncak

Setelah memakan waktu dua puluh menitan, akhirnya kami sampai juga di Puncak Bukit Mertelu. Pesona alam yang apik itu sungguh benar-benar memanjakan mata setiap pengunjung. Tak heran, setiap hari selalu ramai dikunjungi. Setiap harinya sedikitnya dua ratus wisatawan datang. Mereka yang datang juga bukan hanya dari daerah sekitar melainkan dari luar Kabupaten Purbalingga seperti Banyumas, Tegal, Brebes dan Pekalongan. Meski perlu perjuangan terlebih dahulu karena berlajan kaki melewati jalan setapak, tapi semua itu lunas terbayarkan dengan sesuatu yang sangat indah bak surga.

www.travelingku.net
Sampai juga di puncak

Dari ketinggian yang melebihi 900 meter di atas permukaan laut, tentunya tempat ini sangat cocok untuk menghadirkan spot selfie dengan tema alam. Melihat hamparan luas dari hijaunya hutan belantara. Mengingatkan pada kita, bahwa diri ini sungguhlah kecil dibandingkan dengan alam yang begitu luas dan elok ini. Mengajarkan pada kita juga, bahwa alam yang indah ini harus tetap terjaga dan lestari, bukan untuk dirusak. Biarkan keelokan itu terus ada hingga nanti, karena ini merupakan salah satu Surga Alam Indonesia yang masih tersembunyi.

Baca juga : Desa Panusupan, Tempatnya Surga Alam Indonesia

Tempat untuk menikmati Bukit Mertelu juga bukan hanya itu saja, tetapi ada sebuah ayunan yang bisa kita gunakan. Ini merupakan salah satu spot favorit bagi pengunjung. Karena apa? Sambil berayun-ayun layaknya di atas awan, terus diambil foto, tentunya sangat menarik dan eksotis. Berlatar sebuah perbukitan hijau, sambil tersenyum menaiki sebuah ayunan. Rasa bahagia dan puas pun ada di dalam hati.

Pose favorit

Hadirnya wisata baru di Bukit Mertelu ini, menambah tujuan wisatawan untuk menikmati keindahan yang ada di Purbalingga. Juga merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya, karena Bukit Mertelu masih satu daerah dengan saya, yakni sama-sama beralamatkan di Kecamatan Mrebet. Selain itu, masih banyak alasan mengapa saya bangga dan merekomendasikan Bukit Mertelu menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi, di antaranya :

1. Harga tiket yang super murah
Tiket masuk hanya dikenai biaya Rp 5.000 per orang, tiket parkir cuma Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda 4. Dan bagi yang ingin menikmati ayunan langit, cukup membayar tambahan Rp 5.000; sangat murah kan?

2. Adanya ayunan langit
Ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ayunan langit, rasanya memang rada deg-deg ser gimana gitu ya? Tapi tenang saja, karena sudah ada perlengkapan safety yang mendukung. Jadi siapa saja bisa menikmati ayunan langit dengan tenang dan aman.

3. Panorama alam yang menawan
Pemandangan yang menakjubkan hadir di sini. Kita juga bisa menikmati indahnya hamparan alam yang sangat eksotis.

Nah itu beberapa alasan mengapa perlu berkunjung ke Bukit Mertelu. Untuk berkunjung ke sini memang perlu energi, karena harus mendaki melalui jalan sempit. Untuk itu, saya bagi tips sedikit nih bagi teman-teman yang mau main ke sini.

  • Tentu saja hal yang utama adalah Doa agar kita selalu selamat

  • Jangan lupa sarapan agar stamina mendaki itu full

  • Bawa bekal secukupnya, bagi yang mudah haus jangan lupa bawa minum lebih

  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk tracking jalan yang menanjak

  • Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman (bukan tipe high melainkan cats atau sandal pendaki)

  • Kalau perlu bawa perlengkapan P3K sederhana seperti minyak kayu putih dan plester

  • Tambahan lagi nih, biar foto-foto yang dihasilkan okay punya, teman-teman datangnya pas hari cerah atau jam 11 siang. Itu merupakan saran dari pengelola tempat wisatanya. Jangan kayak kami ya, yang jam 9 pagi sudah sampai, jadi kabut masih tebal. Hehehe
www.travelingku.net
Pas kami datang itu kabut pas lagi tebel-tebelnya

Untuk rute menuju ke Bukit Mertelu, saya bagikan dari pusat kota Purbalingga ya. Dari arah kota Purbalingga menuju ke utara (arah Bobotsari), hingga sampai di pertigaan Selaganggeng. Kemudian ambil kiri yang rute menuju Desa Wisata Serang. Lurus hingga sampai di Desa Sangkanayu yang hampir perbatasan dengan Desa Serang, ada pertigaan kecil dengan plang bertuliskan 'Wisata Alam Bukit Mertelu'. Ambil kanan mengikuti jalan sampai mentok ke lokasi Parkir.

Baca juga : Kampung Warna Bobotsari, Wisata Murah Meriah yang Full Colour

Itulah tentang perjalanan kami untuk mengeksplor alam yang ada di daerah kami sendiri. Kalian patut untuk berkunjung ke sini, dijamin tidak akan menyesal. Semoga bermanfaat, terima kasih sudah membacanya, dan Wassalamu'alaikum wr wb.

Menikmati Sensasi Pedas dan Gurih Ayam Geprek Bu Rum

www.travelingku.net
Ayam Geprek Bu Rum

Pagi hari setelah check out, kami mencari sarapan. Inginnya sih makan nasi pecel atau sesuatu yang khas di Jogja, namun berhubung enggak tahu tempatnya dan enggak ada waktu untuk mencari, jadi kami makan senemunya tempat makan di jalan. Pas keluar dari penginapan Airy Rooms di Jalan Ori II, melewati beberapa blok perumahan. Nah, pas mau keluar dari komplek tersebut, kami menemukan warung makan yang sederhana. Ciyus Guys.. ini sederhana banget.

Lokasinya saja di pinggir jalan (semua tempat ya di pinggir jalan lah ya), maksudnya begini, bukan rumah makan yang gede atau kedai-kedai gitu, melainkan tempat makan dengan warung tenda yang hanya ditutupi banner dan tirai bambu sebagai penutup ruangan. Bahkan tempat ini menempel tembok sebuah rumah di komplek tersebut. Tempat duduknya pun sangat sederhana, hanya bangku panjang empat buah dengan dua meja panjang.

www.travelingku.net
Tempat duduknya memang sangat sederhana

Tanpa pikir panjang lagi, kami berdua memesan makanan. Berhubung kami belum tahu, jadi saya menunggu, tapi melihat pelanggan yang berdatangan mereka mengambil nasinya sendiri. “Oh begitu,” pikir saya. Jadi saya pun ikutan mengambil nasi sendiri dengan tahu dan tempe goreng. Tak lupa juga saya ambilkan untuk suami (ceritanya jadi istri baik, kekekekeke). Dan yang belum datang tentu lauk utamanya yaitu Ayam Geprek. Karena memag ayamnya digoreng terlebih dahulu, kemudian digeprek dengan cabai (selera pelanggan) jadi perlu antri.

Tak berapa lama kemudian, akhirnya ayam yang ditunggu-tunggu datang juga. Jadi, menu kai adalah nasi hangat, ayam geprek dan tahu goreng. Di meja juga tersedia kecap serta sendok dan garpu. Pelanggan yang makan di situ ambil sesuai selera deh pokoknya. Kayak di rumah sendiri gitu. Pas nyicipin ayamnya itu rasanya langsung cetar di lidah pedasnya. Mungkin karena saya yang enggak doyan pedes ya, cabai satu saja sudah kelabakan merasa kepedasan, sedangkan suami yang pakai cabai lima, ekspresinya biasa saja. Untung saja kami memesan teh anget yang bisa langsung diminum untuk menghilangkan pedasnya. 

www.travelingku.net
Okay, pesanan datang

Sensasi rasa perpaduan pedas, manis dan gurih itu menjadi luar biasa di lidah. Semakin membuat lahap kami yang sedang kelaparan. Kalau enggak malu, sumpah dah nambah porsi lagi. Cuma agak gimana gitu, aku kan cewek masa makannya porsi kuli :( sedangkan orang-orang yang berdatangan ambil nasinya sedikit-sedikit (kayaknya cuma saya nih yang ambil nasinya wow banget) hahahahaa.

Ayam geprek ini sangat cocok bagi yang doyan pedes. Selain gurih, aroma dan rasa bawangnya kerasa banget. Jadi ada rasa segarnya gitu, bikin ketagihan terus. Selain itu, di warung makan ini juga menyediakan sayuran, jadi kalau yang enggak pesan nasi sama ayam, sah-sah saja. Karena bisa makan nasi dan menu sayur yang telah tersedia, bahkan pada saat kami makan di sana, ada semacam sop. Komplit deh. Minumnya juga ada teh manis baik dingin atau hangat, bisa juga jeruk hangat atau dingin. Kalau yang ingin tawar juga bisa. Sesuai budget pelanggan lah ya..

www.travelingku.net
Berani level berapa? Kalau saya, cukup 1 aja dah bikin dower bibir


Setelah menghabiskan makanan dan minuman, hidung dan bibir saya enggak bisa berbohong kalau mengalami kepedasan. Tadinya sih mau menunggu beberapa saat untuk menghilangkan rasa pedasnya, tapi berhubung ada rencana ke Magelang, jadi kami cap cus. Pas saya bayar, kaget juga dengan harga yang dikasih tahu. Bayangkan saja, 2 porsi nasi, ayam gerpek, dan tahu goreng, serta 2 gelas teh hangat, kita cuma dikenakan Rp 28.000. Sekali lagi ya, hanya Rp 28.000. Murah meriah banget. Pantas saja pas kami di sana, pelanggan terus berdatangan sampai saya mau pergi dari tempat tersebut, orang-orang untuk menikmatinya terus ada.

Ternyata, Bu Rum itu pelopor Ayam Geprek sejak tahun 2003

Oh ya, dari tadi ngomongin tentang ayam dan lokasinya. Lupa belum kasih tahu nama warungnya. Ini adalah Warung Ayam Geprek Bu Rum I yang didirkan sejak tahun 2003. Bu Rum ini merupakan pelopor Ayam Geprek loh, pantesan ya rasanya endes banget maunya makan terus. Terus saat ini sudah ada beberapa cabangnya di kota-kota Jogja.

Dan akhirnya saya traveling ke luar kota enggak makan nasi padang ya, bisa makan menu lain yang rasanya super lezat. Enggak bikin kecewa lho Ayam Geprek Bu Rum ini. Buat teman-teman yang ke Jogja, cocok banget deh menikmati makanan ini.

Wayung Ayam Geprek Bu Rum I
Jalan Wulung Lor, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman
Yogyakarta 55281

Jalan-jalan ke Purwokerto? Jangan Lewatkan untuk Nyicipin Kue Serabi yang Lezat ini

Purwokerto, merupakan ibukota dari Kabupaten Banyumas. Kota yang dibanggkan dan mendapatkan julukan kota satria, saat ini perkembangannya kian pesat dan maju. Banyak bangunan gedung-gedung menjulang tinggi berdiri kokoh. Ya, tak heran juga, karena sebagai kota yang cukup maju, baik dari segi pendidikan, ekonomi dan persaingan bisnis, kian menjamur di kota satria ini. Banyak pelancong dari mancanegara atau mereka yang berbisnis singgah di kota ini. Menikmati semilirnya kota tapi sejuk dan mudah untuk terkoneksi ke mana-mana karena terdapat stasiun kereta api.

Ah, tapi saya tidak akan membahas bagaimana perkembangan ekonomi dan bisnis di sini. Karena saya bukan pengamat ekonomi yang andal dan mahir. Saya hanyalah seorang hoby berbelanja dan jalan-jalan meski hanya keliling kota, hahahaa.

Lanjut ke topik, Purwokerto ini tetangga saya, iya, tetangga kabupaten, karena saya tinggal di Purbalingga. Kebetulan suami saya orang Purwokerto, jadi sekarang saya bisa sering jalan-jalan ke kota ini.


Pas itu nginep di rumahnya, Minggu pagi kami jalan bareng (asli jalan kaki) mencari kudapan khas namun yang enak dan terpercaya, serta bukan makanan kekinian yang lagi ngetrend. Pak Suami akhirnya menyarankan untuk menyicipi kue serabi. Kan nikmat banget tuh, pagi-pagi abis subuh langsung melahap serabi anget, enak daah. Demi kue serabi kita jalan-jalan.


Sampai di tempat ternyata ngantriiii.. Kue Serabi yang ada di Jalan Bank, Purwokerto ini memang selalu diburu oleh pelanggan. Selain itu, harus pagi-pagi betul kalau mau ke sini, biar enggak kehabisan.

Ya, wajar saja si ya di sini ngantri, rasa serabinya juga banyak varian rasa, dari serabi putih, serabi gula merah, serabi telur, serabi pisang, serabi keju dan serabi meses. Kita berdua tentu ikut ngantri sambil jeprat jepret dulu (but no wefie or selfie, sebab belum mandi) hihihihi.
Rasa tradisionalnya ngena banget

Tungku yang dibuat masih menggunakan tungku zaman old (baca : zaman dulu), pembakarannya juga menggunakan arang, bukan dengan kompor yang kecil. Dengan penuh kesabaran dan teliti, mereka menuangkan adonan ke dalam wajan kecil juga. Satu per satu dituang, satu per satu juga mereka buka, mengecek apakah sudah matang atau belum. Untuk varian rasa tergantung selera penikmatnya. Saat sebentar lagi matang, rasa yang diinginkan pembeli dimasukan, baik itu cokelat, pisang, keju, atau meses. Kalau yang rasa original gula merah, tunggu matang sempurna langsung diangkat.
Mari kita makan serabi, mumpung masih panas.

For your information, kue serabi ini harganya Rp 3.000/buah. Lezat dan murah deh ^_^

Setelah menunggu bebarap saat, akhirnya pesanan kita datang. Icip-icip serabi di Jalan Bank ini memang enak. Rasa legit dan manisnya pas. Kebetulan kita pesan yang original dan toping keju, ternyata enak juga. Cocok deh sambil jalan-jalan atau joging di pagi hari, terus mampir buat ngisi perut dengan serabi yang masih anget (malah panas).


Enaaak....

Serabi Aneka Rasa
Bu TINI
Jalan Bank (Depan Apotek Fajar Sehat)
Purwokerto
HP : 0852 2759 0344

Airy Rooms, Hotel Low Budget yang Cocok untuk Backpackeran

Hello, Guys… Selamat datang di November, dan akhirnya aku bisa nulis lagi di blog ini. Hehehe…

Kali ini saya mau cerita backpackeran ke Jogja. Saat itu, niat banget ke Jogja. Ya, mungkin rindu sama makanan dan tempat yang selalu indah. Jadi, pas hari Jumat, 04 Agustus 2017, aku keluar kantor jam 15.30, harusnya si jam 16.30, berhubung Pak Suami udah nunggu di Pos Satpam, jadi ya aku minta izin buat pulang cepet. Setelah itu, nyamperin deh pria yang memakai kacamata mata tebal itu. Ngobrol sebentar dan aku langsung ngebonceng motornya.

Baca juga : Aplikasi KAI Access, Cara Praktis Pesan Tiket Kereta Api Online

Dengan pakaian seragam kerja lengkap, aku menikmati saja perjalanan ini. Yeah, maklum lah ya, kita enggak pulang ke rumah, tapi dari kantorku kita cus ke Jogja motoran. Wahahhaahha.. Karena emang niatnya backpakeran, kita juga enggak persiapan booking tempat di mana. Jadi, pas di perjalanan, saya buka HP dan ngabarin temen kalau kita mau ke Jogja. Awalnya temen nawarin rumah kontrakannya yang kosong di daerah Condong Catur. Kita okay in aja, namun setelah satu jam kemudian temenku kirim pesan kalau keluarga calon suaminya mau datang dari Surabaya. Yo wes lah, enggak apa-apa. Sambil jalan saya klak klik beberapa aplikasi untuk booking penginapan.
Setelah booking, kita akan mendapatkan email dari Airy Rooms  untuk tata cara pembayaran dan alamat penginapannya

Akhirnya, nemu juga penginapan yang low budjet, jam 17.15 saya fix order di Airy Rooms. Cuma onengnya saya, booking hotelnya kagak di tempat yang deket ATM, udah gitu internet banking enggak bisa diakses karena udah keblokir gegara lupa password sampai tiga kali. Padahal, pesan Airy Rooms dibatasi pembayarannya hanya satu jam. Saat itu, jelang Maghrib, sepanjang jalan tengok kanan – kiri nyari ATM, tapi zonk. Sedangkan batas waktu pembayaran kian berkurang.
Setelah transfer kita dapat email lagi, tentang pembayaran yang sudah lunas

Akhirnya, pas masuk wilayah Kebumen kota, kita melipir ke pom bensin untuk istirahat dan maghrib, ada ATM yang terpampang. Dan, Alhamdulillah, proses booking sudah komplit. Setelah istirahat sejenak, kita lanjut lagi. Terus Pak Suami bawa motornya juga udah agak santai, enggak ngebut banget kayak tadi pas hotel belum dibayar. Perjalanan ini cukup ramai karena melalui jalur kota. Kita andalkan plang di jalan menuju arah ke Jogja. Pas sampai di alun-alun Kutoarjo, kita agak keder, tersesat apa enggak. Setelah melewati beberapa ratus meter dari alun-alun, kita berhenti di warung tenda nasi goreng. Istirahat, makan malam dan tanya jalur ke Jogja.

Beruntunglah kita enggak nyasar, kata seorang Ibu yang lagi pesan nasi goreng juga, udah benar tinggal lurus aja. Seneng deh, enggak nyasar, mungkin tadi keder karena perut belum terisi, jadi bingung. Setelah perut kenyang, kita lanjut lagi.

Sampai di Jogja sudah cukup malam, jam 9. Terus kita muter-muter mencari hotel Airy Rooms di Ambarukmo. Akhirnya mengandalkan GPS untuk mencari jalan dan arahnya, ya walaupun beberapa kali puter balik di jalan yang sama. Nah, pas masuk ke Gang, kita rada pusing juga, karena banyak blok-blok perumahan. Kita berhenti di sebuah warung dan tanya, awalnya bingung Airy Rooms itu apa, ya maklum bapak paruh baya yang kita tanyai. Kita hampir putus asa, namun anaknya Bapak itu memberitahu tempatnya. Ternyata kita kebablas beberapa meter saja. Legaaaaa….

Sesampainya di penginapan udah sepi. Yang jaga juga kayaknya udah istirahat. Sampai-sampai kita ketuk pintu ruangannya untuk proses pencocokan data. Abis itu dikasih kunci kamar. Langsung deh kita cus ke lantai dua, kamar kita. Buka pintu langsung berbenah sebentar, ganti baju, cuci muka, terus tidur. Hayati lelaaah….
Empuknya itu looo ^_^

Nah, pas pagi-pagi nih, kita baru ngeh gimana kondisi kamar kita. Dengan harga yang terjangkau ternyata keamanan tetap ada. Di kamar ini tentu ada kasur yang empuk, lemari, TV, AC, meja rias dan kursi, cemilan dan air mineral. Selain itu kamar mandinya menggunakan kloset duduk, tersedia shower. Mandi air dingin okay, air hangat juga bisa. Kan pas banget gitu, pagi-pagi masih dingin misa mandi air hangat tanpa merebus air dulu (emangnya di rumah). Hasyiiik banget dah… Perlengkapan mandi disediakan sikat gigi, pasta gigi, gel sabun, dan shampo. Gratis booooo, enggak ada biaya tambahan ini dan itu. Termasuk cemilan yang sudah disiapkan. Tinggal lep aja ke perut.
Perlengkapan mandi yang sudah tersedia

*cemilan lupa enggak kefoto, karena langsung lep masuk ke perut :D :D

Selesai mandi, kita nonton TV dulu, sambil bersantai dan menikmati pagi yang indah. Ditambah memperhatikan ruangan kamar, yang memang cukup luas juga. Betah deh lama-lama di sini. Sampai keasyikan nonton TV, nyaris lupa kalau mau ke pantai. Kasur empuk, AC plus TV, emang bikin mager buat keluar ruangan.
Mager, mager, daaah..

Airy Rooms ini juga tersebar di mana-mana, cara bookingnya mudah, simple dan praktis. Harganya tentu saja enggak bakalan menguras isi ATM. Apalagi sekarang ini lagi ada promo, bisa banget nih buat temen-temen yang mau liburan, bisa booking kamar hotel di sini.