Piknik Special Bersama Orang Special di Pantai Sundak

Hello, Guys, apa kabar? Semoga selalu sehat dan penuh syukur ya. Kali ini saya mau berbagi cerita tentang perjalanan kami ke salah satu tempat yang masih jarang dikunjungi orang. Liburan kali ini ceritanya aku jalani dengan orang terkasih dan tercinta. Maklumi saja ya, baru sebulan menikah, bahasa gaulnya, bulan madu atau honeymoon, hihihi. Dengan mengandalkan rute yang tertera dari GPS, kami sangat percaya diri tidak akan nyasar. Well, memang tidak nyasar, namun sedikit was-was, karena uang di dompet Pak Suami tinggal lima puluh ribu rupiah, sedangkan di dompetku hanya lembaran ribuan saja. Hikss, ngenes.

Meski begitu, kita tetap optimis, sepulang dari lokasi tujuan, ATM yang kami tuju sudah online lagi (karena dari pagi kami ke ATM dan sedang offline). Dari pada galau mikirin uang yang sudah menipis, kita buat untuk menikmati perjalanan menuju pantai yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Perjalanan yang kami tempuh dengan kendaraan roda dua itu luar biasa. Jalan yang kami lalui terdiri dari berbagai medan, menanjak, turun, dan berkelok-kelok. Dan setelah memakan waktu perjalanan hampir dua jam (di tempuh dari daerah Ambarukmo), akhirnya sampai juga di Pantai Sundak.
Akhirnya, nyampai juga..

Pantai Sundak ini masih tergolong sepi, tidak seperti pantai di Gunung Kidul yang sudah tersohor. Tepatnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Merupakan salah satu pantai yang berderetan dengan pantai lain, Pantai Sundak tak kalah pesonanya. Pantai ini juga memiliki air yang masih jernih dan berpasir putih. Wisatawan yang datang juga belum seberapa. Di tempat parkir kendaraan roda dua, masih kurang dari sepuluh sepeda motor, termasuk milik kami. Tetapi kami sangat menyukai tempat ini, yeah, bulan madu memang harus di tempat sepi, hahahaha.

Ketenaran Pantai Sundak memang belum setenar pantai-pantai lain di Gunung Kidul, namun tempat ini merupakan salah satu bumi Indonesia yang indah dan patut dikunjungi. Keindahannya begitu alami dan bersih. Cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati jalan-jalan atau hanya sekedar melihat Indahnya Bumi Indonesia.

Pantai Sundak merupakan destinasi wisata di Gunung Kidul, Yogyakarta yang wajib dikunjungi, alasannya :

1. Pantainya masih bersih
Saat ini, kebanyakan pantai di daerah Jawa sudah tercemar. Namun, di daerah Gunung Kidul, salah satunya Pantai Sundak, pantai di sini masih bersih dan asri. Tidak ada sampah yang berserakan, sehingga nyaman bagi pengunjung.

2. View panorama alam yang memukau
Siapa sih yang enggak suka dengan disuguhkan pemandangan alam nan cantik. Dari desiran ombak yang lembut, pasir putih ditambah dengan air jernih. Satu paket ini menjadikan Pantai Sundak memang benar-benar salah satu bumi yang terindah di Indonesia.

3. Pasir putih
Saat ini, pantai berpasir putih menjadi buruan para traveler. Dengan pasir putih, Pantai Sundak memang sangat cantik dan apik.

Nah, itu ketiga alasan mengapa Pantai Sundak merupakan pantai yang perlu dikunjungi saat kita jalan-jalan.

Tapi, apa hanya itu? Rasanya biasa saja ya? Enggak ada menarik-menariknya.

Hmm, tunggu dulu, Pantai Sundak ini, dari pertama kita sampai di tempat parkir, sudah terlihat dengan seksama, terhampar luas butiran pasir putih dan ombak yang bekerjaran. Di samping kanan dan kirinya, terdapat tebing yang menjadikannya pantai ini semakin ekostis.
Di sini titik temu air tawar dan air lautnya

Hal lainnya, di pantai ini mengalir air sungai yang tawar. Bercampur dengan air laut jernih sehingga terumbu karang dan tanaman laut di dalamnya mampu terlihat dengan jelas. Belum lagi ditambah semilirnya angin sepoi-sepoi yang membelai dengan mesra Jadi, suasana semakin romantis dan menyejukkan hati.
Dan di sini kami menikmati pemandangan sambil ngadem di bawah batu karang :D

Bermain seharian di Pantai Sundak rasanya lupa akan waktu. Bermain dengan ombak, atau hanya sekedar memainkan pasir putih nan bersih itu, bisa membuat bahagia. Meski saat itu cuaca panas dan terik matahari, namun kita masih bisa berteduh di bawah bebatuan karang yang terletak di ujung pantai ini. Berpetualang di indahnya bumi Indonesia yang satu ini juga ternyata menyenangkan. Tak perlu khawatir juga ketika lapar menghampiri perut, karena ada beberapa warung berjualan makanan. Untuk harga juga masih standard, enggak mahal.

Oh ya, harga tiket masuk ke pantai ini juga tidak mahal, kita dikenai biaya Rp 19.000 untuk dua orang, sudah termasuk tiket masuk, retribusi, pajak dan lainnya. Murah meriah kan, Guys?

Dengan pesona dan paket lengkap tempat wisatanya, Pantai Sundak memang benar-benar salah satu bumi Indonesia yang terindah dengan pemandangan yang natural. Jadi, bagi siapa saja yang ingin berlibur, baik bersama keluarga, teman-teman, atau hanya sekedar ingin merefresh otak, bisa banget datang ke Pantai Sundak untuk menikmati suguhan alamiah yang memesona.


Yuk, traveling lagi!

Menilik Sejarah Candi Borobudur yang Menjadi Situs Warisan Dunia

Perjalanan wisataku kali ini mendarat di Magelang, Jawa Tengah. Tentu sangat mudah ditebak, ke Magelang, pasti ke Candi Borobudur. Meski sudah berkali-kali ke sini, tapi tidak pernah ada bosan-bosannya. Iya, siapa si yang akan bosan dengan keindahan dan kemasyhuran bangunan sejarah yang dibangun ratusan tahun lalu? Tentunya tidak ada, justru ingin kembali lagi, lagi, dan lagi.

Menurut sejarah, pada zaman itu masyarakat tanah Jawa sangatlah kreatif dan berawawsan sangat luas. Kekuasaannya memang masih dipegang oleh raja-raja. Kala itu pembangunan Candi Borobudur pada masa Kerajaan Mataram Kuno di Jawa, dan yang berkuasa saat itu dari Wangsa Syailendra dipimpin Raja Samaratungga dan selesai pembangunan pada kekuasaan Ratu Pramudawardhani. Pembangunan candi dimulai dari abad ke 8 M hingga 9 M, atau di sekitar tahun 750 M dan rampung pada sekitar tahun 825 M. Pembangunan itu memakan waktu yang lama sekitar 75 - 100 tahun.
Di salah satu lorong candi, dindingnya terdapat pahatan relief

Pada masa itu Candi Borobudur dibangun dengan tujuan sebagai tempat suci atau sembahyangnya para umat Budha. Bangunan tersebut terdapat stupa-stupa yang berjejer dan dinding-dindingnya diukir dengan relief-relief, yang mengisahkan kehidupan kerajaan dan masyarakat pada masa itu.

Uniknya, relief itu dipahat di atas bebatuan, ditata sedemikian rupa dan dibangun menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan megah. Bangunan yang bersejarah dan terbesar di dunia umat Budha. Bahkan, yang lebih unik lagi, Candi Borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 meter atau 869 kaki dari permukaan laut atau 15 meter atau 49 kaki di atas dasar danau purba yang telah mengering. Bangunan candi memiliki luas dasar 123×123 meter, tinggi yang saat ini 35 meter, dan tinggi asli 42 meter (termasuk chattra).
Candi Borobudur tampak depan dari pintu timur

Bangunan candi ini juga memiliki tujuan yang sangat mulia bagi umat Budha, yakni menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Budha. Tujuan itu memang diciptakan agar umat Budha melepaskan segela bentuk nafsu duniawi dan mendapat pencerahan. Cara suci itu dimulai dari dasar candi melalui pintu timur. Kemudian ritual suci itu melalui tiga undakan yang mempunyai arti dan dipercaya sebagai ranah spiritual dalam ajaran Budha. Dan ketiga undakan tersebut memiliki arti tingkatan sakral, yaitu :

1.  Kāmadhātu (ranah hawa nafsu)
Undakan pertama yaitu pada dasar candi, atau yang disebut sebagai Kāmadhātu. Di Candi Borobudur, Kāmadhātu terletak di bagian dasar candi dan tertutup oleh batu-batu candi yang berdiri kokoh. Ini juga merupakan sebagai pondasi bangunan tersebut. Dalam harfiah, Kāmadhātu merupakan ranahnya hawa nafsu. Dalam hal ini, dapat artikan, bahwa tingkatan paling dasar/rendah pada manusia adalah hawa nafsu. Mereka-meraka yang masih mengedepankan hawa nafsu, berarti mereka masih tergolong rendah.

2.  Rupadhatu (ranah berwujud)
Undakan ini terdidi dari empat undakan, yang di mana memiliki lorong-lorong dan dikelilingi dinding-dinding berbentuk relief. Dalam ajaran Budha, Rupadhatu memiliki makna mereka-mereka sudah melepaskan diri dari segala bentuk hawa nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk (wujud dunia). Pada tingkat ini melambangkan antara alam bawah dan alam atas (bumi dan langit/nirwana).

3.  Arupadhatu (ranah tak berwujud)
Tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi dalam ajaran Budha, karena mereka mampu melepaskan segala bentuk nafsu dan wujud/rupa serta memiliki pencerahan menuju nirwana (surga). Pada Candi Borobudur, Arupadhatu terletak pada undakan-undakan yang memiliki lorong-lorong dengan dinding relief. Namun, terdiri dari beberapa stupa yang didalamnya terdapat patung Budha. Hal ini menunjukan bahwa Arupadhatu lebih tinggi dan tak berwujud dibandingkan stupa terbesar yang terdapat pada Candi Borobudur.
Di salah undakan yang di atasnya berjejer stupa

Dan seiring berjalannya waktu, Candi Borobudur mulai ditinggalkan oleh masyarakat sekitar abad ke – 14 M. Hal itu terjadi karena mulai lemahnya ajaran-ajaran Hindu dan Budha di tanah Jawa. Bahkan, candi yang megah ini sempat hilang, yang pada akhirnya ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa di tahun 1814 M.

Sejak saat itu Candi Borobudur mengalami beberapa kali tindakan perbaikan dan pemugaran. Dan proyek pemugaran terbesar pada kurun waktu 1975 hingga 1982, hal itu merupakan upaya Pemerintah Indonesia dan UNESCO untuk menjadikan Candi Borobudur tetap utuh dan megah. Hingga pada akhirnya pada tahun 1991 Candi Borobudur resmi masuk sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori Budaya.

Masuknya Candi Borobudur ke dalam Situs Warisan Dunia tentunya banyak alasan yang sangat mumpuni. Di antaranya :

1. Dilihat dari sisi sejarahnya, pembangunan candi tersebut sangatlah luar biasa, banyak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, bahkan memiliki aspek kehidupan dan agama.

2. Dilihat dari bangunan serta relief, sungguhlah sangat indah dan sedap dipandang mata. Siapa yang tak kagum dengan pahatan-pahatan batu tersebut, dibentuk dan diatur dengan sangat teliti, sehingga batu-batu menjadi sebuah bangunan yang unik dan artistik.

3. Dilihat dari sisi bangunan, Candi Borobudur adalah candi atau kuil sekaligus monumen Budha yang terbesar di dunia.
Jalan menuju pintu gerbang candi, saat ini ada payung-payung menggantung, hal ini unik dan sangat menarik bagi wisatawan

Dan saat ini, Candi Borobudur masih menjadi pusat peribadatan agama Budha, namun tidak menutup para wisatawan untuk berkunjung, untuk mempelajari sejarah-sejarah yang ada di dalamnya. Tak heran, saat ini, banyak sekali pelancong bahkan dari luar negeri yang sangat antusias untuk berkunjung ke Candi Borobudur.
Stupa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan

Ketenaran Candi Borobudur memang sudah ke mancanegara, dan sangat memikat untuk dikunjungi. Dan hal itu sangatlah baik bagi negara kita, Indonesia. Karena dengan banyak wisatawan asing, tentunya devisa negara juga semakin baik. Selain itu, bisa menunjung perekonomian lokal, mereka bisa membuka usaha kecil yang bisa dijajakan di komplek Candi Borobudur.

Semoga kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia mampu melestarikan dan menjaga warisan dari salah satu leluhur kita, salah satunya menjaga Candi Borobudur ini. Terlebih saat ini telah masuk ke dalam Situs Warisan Dunia yang mana bangunan ini menjadi salah ikon dari Negara Republik Indonesia.

Demikian yang disampaikan. Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah.

--
Sumber referensi :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Warisan_Dunia_UNESCO_di_Indonesia 

WaPiSa, Tempat Pinggir Sawah yang Asyik Buat Hangout

Sore itu, dari pusat kota Purwokerto, menyusuri jalan berdua naik sepeda motor. Romantisme itu pun hadir pada kita berdua yang baru beberapa hari melangsungkan ijab qabul. Perjalanan kita menuju pinggiran Purwokerto, di sekitar daerah Ledug.

Tujuan kita sore itu mencari tempat makan yang beda dari biasanya dan unik. Dan tentunya bisa nyantai serta ada aroma romantis-romantisnya gitu. Kata saudara suami si lokasinya di komplek STIKes Harapan Bangsa Purwokerto. Berhubung kita juga belum paham jalan di sini, awalnya kita ke bablas, sampai setelah STIKes, dan belok kiri menuju jalan yang penuh persawahan. Hmm, suasananya enak si sejuk-sejuk gimana gitu, terlebih matahari mulai tenggelam. Tapi, kita kan mau isi perut biar gak kelaperan. Akhirnya kita belok lagi, dan menuju komplek STIKes lagi.

Di sepanjang jalan kita memperhatikan tulisan yang background warna orange, dan akhirnya nemu tulisan 'Pisa'. Ternyata warung itu masuk ke dalam gang, ya kurang lebih 200 meter dari jalan besar. Awalnya agak ragu pas masuk, karena warungnya gelap, menggunakan lampu yang remang-remang. Sudah begitu, di depan, tertuliskan 'Cafe', kan takut juga gak ada menu makanan yang lain cuma kopi yang diracik dengan berbagai rasa dan varian.

Kesan pertama saat masuk warung ini ya cukup gelap, tapi ruangannya luas. Dan yang membuat saya senang, di pinggir jendela langsung bisa melihat area persawahan. Udara dari luar jendela itu sepoi-sepoi gimana gitu. Lebih jauh memandang, lampu jalan seberang sawah sudah menyala, kian memberikan kesan romantis bagi kita berdua, hihihihi.
Ada kesempatan ya buat foto lah :D

Tak berapa pelayan pun datang, memberikan daftar menu kepada kami. Menu di sini kebanyakan menu ala-ala Western atau Modern Asia. Pilah pilih akhirnya aku pesan aku pesan Pizza Home Made Lasagna dan Java Herb Coffee, sedangkan Pak Suami aku pilihin Thai Beef Salad dan Ice Lemon Tea.

Sambil menunggu pesanan datang, tentunya kita berdua foto-foto dulu dan menyaksikan tempat ini. Tempatnya memang adem, luas dan cukup nyentrik. Udara segar dari jendela membuat rasa nyaman tersendiri bagi pengunjung.
Dari tampilan emang sudah menggoda

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan datang. Dan aku terkesima dengan Pizza Home Made Lasagna, bukan apa-apa, tapi karena porsinya yang buatku mini. Tapi, ya memang harganya hanya Rp 20.000/porsi, jadi aku maklumi. Untuk rasa, enak, ini beneran, bahkan suamiku pun pas ikut nyicipin dia, juga ikut komentar, “Ini enak.”
Pizza Home Made Lasagna
Irisan keju di atasnya membuat rasa semakin top

Sedangkan untuk Thai Beef Salad, ini merupakan daging sapi yang digril, tumis, yang pada saat pleting ditaruh di atas sayuran segar seperti kobis, paprika, wortel, dan tomat. Rasanya tentu fresh, karena memang sayurannya tidak dimasak terlebih dahulu. Dan menu ini dibandrol Rp 21.000/porsi.
Thai Beef Salad

Ice lemon tea standard, harga juga tidak terlalu tinggi, karena dipatok Rp 11.000/gelas; rasa sama dengan lemon tea lainnya. Tetapi kalau Java Herb Coffee itu lain cerita. Ini kopi hitam yang dicampur cream, dan di dalamnya kayak ada biji kopi apa gitu, rasanya pahit-pahit manis. Berhubung aku gak terlalu suka pahitnya kopi, alhasil, minuman ini aku hibahkan ke orang yang duduk di sampingku. Hehehe...
Java Herb Coffee, juga dibandrol Rp 11.000/gelas

Dan hari pun kian gelap, makanan juga sudah bersih. Saatnya kita melanjutkan perjalanan menikmati perjalanan malam di Purwokerto.


Waroeng Kopi Pinggir Sawah (WaPiSa)
Jl. Raden Patah
Gang Sunan Kalijaga I No. 8

Purwokerto

Cita Rasa Indomie Real Meat Ayam Jamur Lezatnya Bikin Ketagihan

Kuliner di Indonesia kian khas dan bermacam-macam. Tak terkecuali Mie Instan. Tak heran, saat ini banyak sekali varian rasa dari mie instan dari berbagai produsen dan merk. Yeah, sebagai pecinta noodle, saya suka icip-icip beberapa mie instan. Ada yang rasanya memang lezat, ada yang penyedap rasanya over, ada yang biasa-biasa aja, dan ada juga yang cuma pedas dan hambar.

Well, selera orang kan beda-beda ya? Bagi saya yang gak doyan pedas, tentu saja kurang suka mie dengan banyak rasa cabai. Saya lebih suka mie yang ada manis-manisnya gitu. Hihihi...

Dan mie tersebut jatuh pada Indomie, dengan paling favorit Indomie Goreng Real Meat Ayam Jamur. Untuk Indomie Real Meat sebenarnya juga memiliki berbagai varian rasa, seperti Rendang, Empal, dan Telur Balado. Dan ketiga rasa tersebut pasti akan saya cobain, hehehehe.
Ini yang aku suka, bumbunya komplit plit....

Selanjutnya untuk memasak Indomie Real Meat Ayam Jamur juga gak beda jauh dari masak mie instan lainnya. Tinggal nyalakan kompor, taruh panci yang berisi air di atasnya, setelah mendidih, masukan mie ke dalamnya, dan jangan lupa daun bawangnya ikut dimasak ya. (Oh ya, for your information nih, Indomie Real Meat ini bentuk mie-nya pipih loh. Makin suka kan?) Untuk durasi lama memasak, tergantung selera masing-masing, mau masih agak keras, sedikit lembek atau lembek. Kalau saya, masak mie instan pasti sukanya yang lembek.

Nah, sambil merebus mie, kita siapin bumbunya di piring. Setelah mie matang, tiriskan (buang airnya) kemudian mie masukan ke dalam piring sudah ada bumbunya, aduk hingga rata. Hmm, rasanya gak sabar ya untuk menyantapnya. Mie siap disajikan dan dilahap.
Akhirnya selesai juga masak mie-nya :D

Hmm, so yummy, dari suapan pertama, langsung berasa banget di lidah. Mie yang kenyal, bumbu yang komplit dengan ayam dan jamur, manis, pedesnya pas. Pokoknya aku suka deh.

Mie instan ini juga enak dimakan sendirian atau sama temen-temen. Atau bahkan lagi galau, makan Indomie Real Meat Ayam Jamur dijamin deh, semua gundah gulana akan kabur, yang ada pengen nambah lagi buat makan.
Ini yang aku suka, mie pipih dan kenyal

Harga Indomie Real Meat Ayam Jamur : Rp 7.550/pcs (di setiap daerah pasti harganya berbeda-beda, dan harga tersebut juga tidak mengikat, sewaktu-waktu bisa berubah).


Harganya memang lebih mahal dari mie yang biasa, tapi rasanya ini, sangat luar biasa, bikin ketagihan.

Nikmati Kuliner Anti Mainstream di Waroenk Ora Umum, dan Temukan Senasi yang Berbeda

Keunikan sebuah kuliner baik tempat, nama makanan, atau wujudnya, saat ini menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat konsumen. Tak jarang, saat ini banyak menu dan nama café yang tak umun. Seperti tempat/warug makan yang kala itu saya dan teman singgahi.

Waktu itu, saya dan Diah hendak nonton film di bioskop. Berhubung sering kehabisan tiket karena saking ramainya, kita berdua berangkat gasik (lebih awal). Setelah ngantri cukup lama (hampir 1 jam, tepatnya 45 menit) akhirnya Diah dapat tiket itu (yang ngantri temen dong, gue mah duduk manis aja sambil ngemil #ciri-ciri temen gak baik ya?).

Nah, tiket didapat, kita tinggal bingung mau ngapain. Masalahnya masih jam 11.30, sedangkan tiket yang kita pesen untuk nonton jam 13.45. Masih banyak waktu buat nunggu. Dan dari pada bengong jelas, kita putuskan buat isi perut dulu. Biar pas nonton kita tenang, gak ada cacing yang demo.

Setelah memakan waktu perjalanan 15 menit, kita sampai di Waroenk Ora Umum. Tempat parkir luas, meja dan kursi yang disediakan juga banyak. Bahkan tempat ini juga luas. Bisa banget ngadain birtday party ngundang 50 orang. Habis mata jelalatan memandang tempat ini, kita ke kasir buat pesen makanan dan langsung bayar. Lalu, cari tempat duduk yang nyaman sambil menunggu pesanan datang.
Nasi Mozzarela Orginal, dari tampilannya aja, udah menggoda banget.

Tak berapa lama kemudian, Nasi Mozzarela Original, Zuzu Vanilla Latte, Nasi Seblak Rendang dan Es Lemon Tea datang juga. Hmm, icip-icip dimulai. Nasi seblak rendang ini terdiri dari nasi putih, seblak dimasak rendang dan telur ceplok. Untuk rasa, berhubung saya gak doyan pedas, jadi sangat cetar membahana di lidah. Namun, bagi orang yang doyan pedas, ini makanan jadi favorit.
Seblak rendangnya, nendang abis di lidah

Sedangkan Nasi mozzarela original, rasanya lebih unik dan mengandung unsur Eropa. Bentuknya memang hampir mirip dengan nasi goreng. Yang membedakan ada campuran mozzarela di bagian atas nasi. Meski begitu, tak mengurangi rasa gurih dan lezat.

Kedua makanan itu pas karena porsinya juga cukup untuk makan siang dan membungkam cacing yang sudah discoan.

Oh ya, untuk harga juga cukup terjangkau dan bersahabat dengan kita-kita. Nasi Mozzarela Original cuma seharga Rp 20.000/porsi, Nasi Seblak Rendang Rp 12.500/porsi, Zuzu Vanilla Latte Rp 9.000/porsi, dan Es Lemon Tea hanya Rp 5.000/porsi.
Foto berdua juga gak boleh ketinggalan :D

Dan akhirnya makanan habis, waktu masih menunjukan 12.25. Mau langsung balik ke biskop masih tetep antri lama. Kita cari tempat ibadah dulu, dan ternyata di warung ini ada tempat untuk shalat. Sehabis shalat kita rencananya langsung ke bioskop. Eh, ternyata di bagian belakang warung ini ada spot untuk foto-foto. Ada lukisan di tembok. Ya semacam doodle atau mural atau apalah namanya. :D

Dengan konsep dan sajian menu yang tersedia di sini. Warung di sini disebut 'Warung Anti Mainstream'. Cocok untuk nongkrong sama siapa aja. Bisa cuma berdua, bersama genk, atau bahkan sendirian.
Ini 'tukang ojek' saya, yang ketagihan foto-foto

Well, setelah keasyikan foto-foto lihat jam udah nyaris jam 1. Kita buru-buru deh ke bioskop, dan dalam hati berdoa, semoga gak macet.

Waroenk Ora Umum
Jl. dr. Soeparno No. 98 Arcawinangun (Sebelah D'Garden Resto)
atau Utara Perum Bumi Arca Indah
Purwokerto, Jawa Tengah 53113